Kamis, 5 Maret 2026

Gus Yahya dan Internasionalisasi Ajaran Aswaja NU

Image

Ada beberapa langkah teknis yang bisa dilakukan PBNU untuk tercapainya internasionalisasi ajaran Aswaja NU. NU sangat kaya dengan ulama dan generasi muda yang cerdas dan linuwih dalam ilmu keislaman, PBNU sudah waktunya mempunyai perhatian khusus bagaimana agar mutiara-mutiara hikmah ulama kita hari ini dapat lestari dan difahami generasi NU ke depan.

Dengan terpilihnya Gus Yahya banyak tokoh yang mengharapkan kiprah Nahdlatul Ulama (NU) di dunia internasional akan semakin gemilang, tentu kiprah yang dimaksud adalah terkait kiprah yang selaras dengan nilai-nilai luhur yang selama ini diusung NU yaitu moderasi beragama, toleransi, perdamaian dan mustika Islam Nusantara, selain tentu ajaran aswaja.

Ada beberapa langkah teknis yang bisa dilakukan PBNU untuk tercapainya internasionalisasi ajaran Aswaja NU:

Meningkatkan Peran Lembaga Ta’lif Wa Nasyr NU

Lembaga Ta’lif wa al Nasyr NU (LTN-NU, lembaga penulisan dan penerbitan NU) pada masa Gus Yahya ini harus mendapatkan perhatian khusus dan serius. Peningkatan peran LTN yang dimaksud bisa dilakukan dengan dua hal; Pertama mendorong dan menggairahkan para ulama NU untuk menulis kitab berbahasa Arab. Dengan kitab berbahasa Arab yang ditulis ulama NU tentu menjadikan nilai-nilai NU dikenal oleh dunia Internasional dimana bahasa epistimologi Islam di dunia Internasional adalah Bahasa Arab.

Dorongan dan penggairahan kepada ulama NU untuk menulis kitab diejawantahkan dengan menyiapkan mesin cetak sendiri, membentuk lembaga penerbitan, pengurusan ISBN, tim pentashih kitab sebelum dicetak, menyiapkan pembiayaan untuk itu dan jaringan distributor.

Yang kedua adalah dengan memburu, mencari dan menelusuri naskah-naskah ulama Nusantara yang belum pernah dicetak atau sudah dicetak namun sudah langka. Langkah perburuan naskah-naskah ulama nusantara sudah mulai dilakukan oleh sekumpulan ulama muda NU yang tergabung dalam Nahdlatut Turats (NT), tentu untuk kerja besar ini LTN tinggal mendorong NT untuk meneruskan mujahadah ilmiyah ini dan kemudian menyiapkan ekosistemnya.

Menyemarakkan Media Sosial dengan Konten Ajaran NU Berbahasa Arab dan Inggris

Selain mendorong ulama NU untuk menulis kitab berbahasa Arab, media sosial harus disemarakkan dengan konten-konten ajaran NU yang berbahasa Arab dan Inggris, terutama di Youtube, agar dunia internasional dapat dengan mudah mengakses ajaran ajaran NU.

NU sangat kaya dengan ulama dan generasi muda yang cerdas dan linuwih dalam ilmu keislaman, PBNU sudah waktunya mempunyai perhatian khusus bagaimana agar mutiara-mutiara hikmah ulama kita hari ini dapat lestari dan difahami generasi NU ke depan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq, wallahu a’lam bish shawwab.

Ditulis oleh: KH. Imaduddin Utsman, M.A.
(Pengarang Kitab Al-Fikrah Al-Nahdliyyah – Wakil Katib PWNU Banten – Ketua RMI Banten)
Editor: Kang Diens

Artikel terkait...

القصيدة الرجزية في مدح الشيخ عمادالدين عثمان المجدد من بنتن

القصيدة الرجزية في مدح الشيخ عمادالدين عثمان المجدد من بنتن

  كتبه الشيخ توباغوس ديدي فهليفي البنتني   Syair Rajaz dalam Memuji K.H. Imaduddin Utsman Sang Mujaddid dari Banten   Karya: Kiai Tubagus Didi Falevi Al-Bantani       **١.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَظِيْمِ الْغَافِرِ  تَقْدِيْسُهُ يَعْلُو عَلَى الضَّمَائِرِ   Segala puji…

Alun 4 Mar 2026 34 4 menit baca
HUKUM BULU KUCING

HUKUM BULU KUCING

Oleh: Riyadul Jinan Pendahuluan Di tengah kehidupan para santri—bahkan masyarakat umum—kucing adalah hewan yang sangat akrab. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya: apakah bulu kucing itu najis? Jika menempel di pakaian shalat, apakah harus dibersihkan seluruhnya? Tulisan ini mencoba menjelaskan…

Alun 3 Mar 2026 45 4 menit baca
Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan

‎KH. M. Thohir lahir di Kampung Bale Batu, Taktakan, Serang Banten sekitar tahun 1898. Adalah putra dari pasangan Abuya Sayyidi bin Abuya Abdul Hayyi dan Nyai Hj. Khomsah atau Hj. Hafshah asal Sukalila, Kelapa Dua, Kota Serang Banten.‎‎Guru-guru KH. M.…

Alun 3 Mar 2026 31 3 menit baca