Jumat, 16 Oktober 2026

Biografi Abuya KH. Thohir Pelamunan

Image

‎KH. M. Thohir lahir di Kampung Bale Batu, Taktakan, Serang Banten sekitar tahun 1898. Adalah putra dari pasangan Abuya Sayyidi bin Abuya Abdul Hayyi dan Nyai Hj. Khomsah atau Hj. Hafshah asal Sukalila, Kelapa Dua, Kota Serang Banten.
‎
‎Guru-guru KH. M. Thohir:
‎
‎1. Abuya Sayyidi (ayahnya), bin Abuya Abdul hayyi, Balebatu Desa lialang Kec Taktakan Kota Serang, Banten.
‎2. Syekh Mahfudz at Tarmasi (ketika Di Mekkah),
‎3. Hadrotusyaikh Hasyim Asy’ari (Ketika Di Mekkah),
‎4. Syaikh Husain Carita Labuan Pandeglang Banten,
‎5. Abuya Agung Syaikh Asnawi Caringin Labuan Pandeglang Banten,
‎7. Abuya Abdul Halim Kadupeusing Pandeglang Banten,
‎8. Syaikh Jaliman Sentul Kragilan Serang Banten,
‎9. KH. Abbas Buntet Cirebon.
‎10. Syaikh TB. Ma’mun Lontar Serang Banten. kepada Ulama Yang Di Sebut terakhir ini Beliau Bertalaqqi Al-qur’an.
‎
‎Sebelum mendirikan Pondok Pesantren beliau meneruskan pesantren ayahnya Di Kampung Balebatu, Desa: lialang Kecamatan Taktakan Kota Serang, Banten.
‎Selanjutnya pindah ke Polamunan Serang Banten.
‎
‎Sebagian Ulama Banten Zaman Dulu Berkata: “Belum Sah Jadi Kiyai Kalo Belum Mengaji kepada KH. M. Thohir Pelamunan” ini bukti pengakuan para ulama atas keilmuan KH. M. Thohir. Hingga pada zaman itu banyak sekali orang yang berbondong menitipkan anaknya kepada beliau.
‎
‎beliau dikaruniai suara yang merdu dan enak di dengar, sampai-sampai masyarakat banyak yang ikut sholat berjamaah di pesantren nya. Sholat shubuh di hari jum’at beliau selalu membaca surat As-sajadah dan Surat Al-insan.
‎
‎KH. M. Thohir menikah dengan Siti Wasi’ah asal Pengoreng, Pulo Ampel, Kabupaten Serang Banten. Dan dikaruniai 4 orang anak:
‎
‎1. KH. Juwaini, (wafat syahid di Lampung saat Agresi Militer Belanda II),
‎2. KH M. Zaini, (ayahanda KH Ulfi yang wafat pada 2006).
‎3. Siti Maryam (menikah dengan KH. Amin bin Umar Gunung Sari Serang Banten)
‎4. KH. M. Lujaini (wafat pada 2008) perintis Pondok Pesantren Madarijul Ulum Pelamunan Serang Banten.
‎cabangnya menyebar hingga ke Lampung.
‎
‎KH. M. Thohir menikah lagi dengan Nyai Anjar Ketengahan, dan dikaruniai tiga putri dan satu putra:
‎
‎1. Nyai Hj Nadrah (menikah dengan Abuya KH. Tb. Hasyuri, pendiri Pesantren At-Thahiriyah Kaloran, Kota Serang Banten), 2. Nyai Hj. Fiddhoh (menikah dengan Abuya KH. Muhammad Ro`suddin),
‎3. Nyai Hj. Jannah (menikah dengan KH. Nawawi Cikarang Jawa Barat. Satu-satunya keturunan KH. M. Thohir yang masih hidup dan tinggal di Cikarang),
‎4. Prof. KH. Yumni Thohir, (pernah menjadi a’wan dan mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), seorang penceramah ulung dan politisi.
‎
‎KH. M. Thohir menikah lagi dengan Nyai Halimah, namun tidak memiliki keturunan.
‎
‎Dan istri yang terakhir bernama Nyai Shofiah juga idak memiliki keturunan.
‎
‎KH. M. Thohir (Abuya Pelamunan) wafat pada 25 Ramadhan dan bertepatan di tahun 1961.
‎
‎
‎
‎

Artikel terkait...

Prof. Dr. Achmad Ubaedillah, M.A. Duta Besar RI Untuk Brunei Darussalam dari Banten

Prof. Dr. Achmad Ubaedillah, M.A. Duta Besar RI Untuk Brunei Darussalam dari Banten

Prof. Dr. Achmad Ubaedillah, M.A. adalah Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam berkedudukan di Bandar Seri Begawan. Ia dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (26/06/2023) di Istana Negara. Ia lahir di…

Alun 12 Okt 2026 56 4 menit baca
Dr. Fatkhul Muin: Pakar Hukum Tata Negara dari Banten

Dr. Fatkhul Muin: Pakar Hukum Tata Negara dari Banten

Dr. Fatkhul Muin, S.H., LL.M. adalah salah satu akademisi dan pakar Hukum Tata Negara terkemuka di Provinsi Banten. Beliau mendedikasikan ilmu dan keahliannya sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Di kampus negeri kebanggaan masyarakat Banten…

Alun 12 Okt 2026 41 4 menit baca
كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي حذرنا ان لا أنساب بيننا يوم القيامة في الذكر الحكيم، وجعل صلة الأرحام عروة وثقى لا تنفصم ولا تريم، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، الموصولِ بنسب طاهر زكيّ عميم، وعلى آله وصحبه…

Admin 21 Sep 2026 780 28 menit baca