Kamis, 28 Mei 2026

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

Image

Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), mencintai keturunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan manifestasi spiritualitas yang diwariskan secara turun-temurun oleh para masyayikh. Dalam khazanah kitab akhlak dan tasawuf, para ulama menegaskan bahwa mencintai Ahli Bait serta dzurriyat Rasulullah adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari mahabah kepada Nabi itu sendiri. Urgensi menjaga kesucian nasab ini kian krusial dalam doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah, terutama terkait eskatologi Islam mengenai kemunculan Imam Mahdi menjelang hari kiamat. Sang “Ratu Adil” yang diprediksi akan menegakkan keadilan di muka bumi tersebut secara genealogi bernasab langsung kepada Sayyidina Hasan atau Sayyidina Husain.

Oleh karena itu, demi menjaga otentisitas jalur nubuwah ini, para pakar nasab (ulama al-ansab) dari zaman ke zaman telah mendedikasikan hidup mereka untuk membukukan dan mengodifikasi silsilah keturunan Nabi secara ketat. Upaya metodologis dalam kitab-kitab nasab tersebut berfungsi sebagai perisai historis, guna menutup rapat celah manipulasi (isytibah) di kemudian hari, sekaligus mencegah munculnya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengklaim garis keturunan Sayyidina Hasan atau Sayyidina Husain secara batil dan zalim.

Di awal abad ke-21 ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hadir sebagai jawaban modern untuk memperkuat ikhtiar para ulama terdahulu. Melalui pemanfaatan teknologi tes Y-DNA, kita kini memiliki metode ilmiah empiris untuk melacak garis ayah (paternal) secara akurat. Teknologi ini memungkinkan pelacakan leluhur bersama dari orang-orang yang mendaku sebagai keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain di era kontemporer.

Prinsip kerjanya sederhana namun mutlak: jika pengakuan silsilah mereka benar-benar sahih, maka hasil tes Y-DNA mereka akan saling mengunci dan menguatkan satu sama lain. Secara genetika populasi, mereka pasti akan bertemu pada satu sosok kakek bersama (common ancestor) yang hidup di lini masa sekitar 1.300 tahun yang silam—tepat pada masa kehidupan mulia Ahli Bait Nabi. Sains modern ini menjadi saksi objektif yang menutup rapat pintu manipulasi bagi siapa saja yang berniat memalsukan garis keturunan suci ini.

Bukti nyata dari keakuratan teknologi ini telah ditunjukkan oleh lebih dari 25 ribu orang di seluruh dunia yang mendaku sebagai keturunan Nabi Ibrahim, baik melalui jalur Nabi Ismail maupun Nabi Ishaq, yang telah melakukan tes Y-DNA. Luar biasanya, sekitar 22 ribu orang di antaranya menunjukkan hasil positif yang saling bertautan. Data Y-DNA mereka tidak saling bertolak belakang, melainkan saling melengkapi dan menguatkan, hingga membentuk sebuah pohon silsilah raksasa yang polanya persis dengan catatan sejarah tradisional di kitab-kitab suci dan kitab nasab masa lalu.

Sains membuktikan bahwa jika pengakuan para keturunan Ismail dan Ishaq ini benar, maka garis genetik mereka mutlak akan bertemu pada sosok kakek bersama yang hidup sekitar 4.300 tahun lalu. Begitu pula ketika kita membedah percabangan di bawahnya, seperti kelompok Adnani dan Qahtani dari jalur Ismail. Tes Y-DNA mengonfirmasi bahwa mereka bertemu di satu leluhur bersama sekitar 2.100 tahun lalu, lalu menurunkan cabang-cabang kesukuan yang agung secara berurutan mulai dari Nizar, Mudar, Kinanah, hingga bermuara pada klan Quraisy sesuai dengan urutan kronologi waktu sejarahnya.

Rekonstruksi pohon genealogis keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq yang telah terangkai secara presisi melalui hasil uji Y-DNA kini semakin kokoh. Hal itu ketika disandingkan dengan data genetik para keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, yang secara historis telah mencapai derajat syuhrah (popularitas luas) dan istifadhah (keberkelanjutan riwayat yang mutawatir) sebagai keturunan Nabi Ismail melalui Nabi Muhammad SAW dan Sayidina Ali bin Abitalib. Keluarga Asyraf dan Sadah dari Hasan dan Husen ini, setelah tes Y-DNA, hasil genetic mereka klop (plek ketiplek) berada dalam salah satu ruang pohon nasab Y-DNA dari 22 ribu sampel keturunan Nabi Ibrahim tersebut. Hal ini membuat kekuatan pohon silsilah nasab Bani Ibrahim itu menjadi semakin kuat. Di antara para Asyraf dan Sadah tersebut, terdapat figur-figur garis keturunan penguasa dan dinasti kerajaan yang telah memimpin suatu wilayah selama berabad-abad. Bahkan, sebagian di antaranya masih memegang tampuk kekuasaan sebagai raja hingga hari ini secara berkesinambungan tanpa jeda selama lebih dari 1.200 tahun.

Berdasarkan laporan resmi dari basis data genetika global, FamilyTreeDNA, di antara trah luhur tersebut terdapat 233 individu yang mewakili 86 klan (marga) keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain yang terkonfirmasi positif secara genetik (Y-DNA positive). Sementara itu, sisa partisipan lainnya memilih untuk menjaga privasi dan tidak bersedia dipublikasikan ke ranah publik. Integrasi ini melahirkan kesimpulan yang absolut: bahwa klan-klan tersebut telah terverifikasi sahih, baik secara hukum Syari’ah (melalui disiplin ilmu nasab konvensional) maupun secara biologis (Y-DNA).

Berikut ini adalah nama-nama marga keturunan Nabi Muhammad SAW yang keabsahannya telah teruji secara Syari’ah dan Y-DNA:

  1. Asyraf Al-Ibrahimi al-Musawi al-Hasani (keturunan Syarif Ibrahim bin Musa al-Jun bin Abdullah bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan bin Ali bin Abi Talib), dari Bahrain, 2 sampel;
  2. Asyraf Al-Hudaefat al-Musawi al-Hasani (keturunan Syarif Hudaefah bin Husen bin Musa bin Muhammad al-Musoffah bin Dawud bin sulaiman bin Abdullah al-Salih bin Musa al-Jun), dari Arab Saudi, Irak dan Kuwait, 4 Sampel;
  3. Asyraf Al-Fatiki al-Sulaimani al-Musawi Hasani (keturunan Syarif Abul fatik Abdullah bin Dawud bin Sulaiman bin Abdullah bin Musa al-Jun) dari Arab Saudi, 14 sampel;
  4. Asyraf Al-Na’mi al-Musawi al-Hasani(keturunan Syarif Ni’matullah al-Akbar bin Ali bin Dawud bin Sulaiman bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Arab Saudi, 8 sampel;
  5. Asyraf Al-Syaikh al-Na’mi (keturunan Syarif Ali al Syaikh bin Hamad bin Husen bin Yahya bin Ali bin Amir Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Sulaiman bin Muhammad bin bin Salim bin Yahya bin Muhanna bin Surur bin Ni’matullah al Ashgar bin Ali bin Falitahbin Al-Husen al-Abid bin Yusuf al-Zahid bin Ni’matullah al-Akbar bin Ali bin Dawud bin Sulaiman bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Arab Saudi, 12 sampel;
  6. Asyraf Al-Ja’fari al-Na’mi al-Sulaimani (keturunan Syarif Ja’far bin Ni’matullah al-Akbar), dari Arab Saudi, 3 sampel;
  7. Asyraf Al-Namiy al-Musawi al-Hasani (keturunan Syarif Nami bin Badar bin Muhammad bin Sulaiman bin Mauhub bin Salih bin Muhammad bin Al-Hasan bin Musa al-Sani bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  8. Asyraf Al-Syarif al-Musawi al-Hasani(keturunan Syarif Muhammad bin Sulaiman bin Mauhub bin Salih bin Muhammad bin Al-Hasan bin Musa al-Sani bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Kuwait, 1 sampel;
  9. Asyraf Al-Falahi al-Musawi al-Hasani (keturunan Syarif Muhammad bin Sulaiman bin Mauhub bin Salih bin Muhammad bin Al-Hasan bin Musa al-Sani bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Wadi Fatimah, Makkah, Arab Saudi, 2 sampel;
  10. Asyraf Alhadirati al-Musawi al-Hasani (keturunan Syarif Muhammad bin Sulaiman bin Mauhub bin Salih bin Muhammad bin Al-Hasan bin Musa al-Sani bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  11. Asyraf Al-Athafi al-Rumaitsi al-Musawi al-Hasani (keturunan Ismail bin Muhammad al-Rumaitsi nasabnya tersambung sampai Musa al-Jun), dari Arab Saudi, 3 sampel;
  12. Asyraf Al-Anqawi al-Qatadi (keturunan Syarif Anqa bin Wabir bin Atif bin Muhammad bin Abi Da’ij bin Abi Numi pertama bin Hasan bin Ali al-Akbar bin Qatadah bin Idris bin Mutha’in bin Abdul Karim bin Isa bin Husen bin Sulaiman bin Ali bin Abdullah bin Muhammad Atsair bin Musa Atsani bin Abdullah bin Musa al-Jun), dari Arab Saudi, 2 sampel;
  13. Asyraf Al-Hijari al-Qatadi (Keturunan Syarif Hijar penguasa kota Yanbu’ bin Wabir bin Mihkbar bin Idris Hasan bin Qatadah bin Idris), dari Arab Saudi, 5 sampel;
  14. Asyraf Abu Talib al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  15. Asyraf Al-‘Ajlani al-Qatadi (keturunan Syarif Ajlan bin Rumaitsah dari Musa al-Jun), dari Arab Saudi-Riyad, Makkah, Madinah), 9 sampel;
  16. Asyraf Al-Basyari al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris) , 1 sampel;
  17. Asyraf Al-Ghalib al-Syarif al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris), dari Makkah, 1 sampel;
  18. Asyraf Al-Mun’imi al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris), dari Makkah 1 sampel;
  19. Asyraf Al-Joudi al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  20. Asyraf Al-Namawi al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris) dari Arab Saudi, 3 sampel;
  21. Asyraf Al-Barkati al-Qatadi (keturunan Qatadah bin Idris) dari Makkah, 1 sampel;
  22. Asyraf Al-Abdali al-Qatadi (keturunan Syraif Abdullah bin Hasan dari Qatadah), dari Arab Saudi, 4 sampel;
  23. Asyraf Al-‘Auni al-Abdali (keturunan Syrarif Aun bin Muhsin dari Al-Abdali. Raja Yordan berda dalam kluster ini), dari Arab Saudi, 2 sampel;
  24. Asyraf Al-Fa’ri al-Abdali (keturunan Syraif Abdullah bin Hasan dari Qatadah), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  25. Asyraf Al-Harazi al-Qatadi (keturunan dari Qatadah bin Idris), dari Arab Saudi, 4 sampel;
  26. Asyraf Al-Mandili al-Namawi al-Qatadi (keturunan dari Qatadah bin Idris) dari Arab Saudi, 1 sampel;
  27. Asyraf Al-Khairati al-Namawi (keturunan dari Qatadah bin Idris), dari Jizan Arab Saudi, 4 sampel;
  28. Asyraf Al-Dawud al-Musawi (keturunan Musa al-Jun), dari Mesir dan Arab Saudi 3 sampel;
  29. Asyraf Al-Mahdiy al-Musawi al-Hasani (keturunan Musa Al-Jun), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  30. Asyraf Al-Thabathaba al-Rassi (keturunan dari Qasim al-Rassi bin Ibrahim Tabataba bin Ismail bin Ibrahim bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abitalib, ia tinggal di Jabal al Rassi Madinah al Munawwarah. Cucunya Bernama Yahya bin Husen bin Qasim al-Rassi pindah ke Yaman 284 H dan mendirikan kerajaan Zaidiyah di Yaman), dari Kuwait, Iraq dan Iran, 31 sampel;
  31. Asyraf Al-Khalil al-Hasani dari Libanon 1 sampel;
  32. Asyraf Al-Zamili al-Ja’fari al-Hasani ari Iraq 1 sampel;
  33. Asyraf Al-Amili al-Dawudi al-Thabathaba al-Hasani (Dr. Hadi Yahya al-Amili) , dari Libanon dan Arab Saudi, 4 sampel;
  34. Asyraf Al-Zaidi al-Hasani dari Bahrain dan Qatar 3 sampel;

Daftar Keturunan Nabi Muhammad SAW dari Al-Husaini yang terkonfirmasi Sahih

  1. Sadah Al-Shubhi al-Musawi al-Husaini (keturunan Musa al-Kadzim) dari Jabal Amil Libanon, 2 sampel;
  2. Sadah Al-Thu’mah al-Mujab al-Musawi al-Husaini (keturunan ٍ Sayid Thu’mah bin Ahmad Abu Tharaz dari keturunan Ibrahim al-Mujab bin Muhammad al-Abid bin Musa al-Kadzim), dari Karbala irak, 1 sampel;
  3. Sadah Al-Murtada al-Syami al-Musawi al-Husaini (keturunan Sayyid Ibrahim al-Ashgar Al-Murtada bin Musa al-Kadzim bin Ja’far Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Husain bin Ali bin Abi Talib), dari Karbala Iraq dan Syiria, 3 sampel;
  4. Sadah Al-Maki al-Musawi al-Husaini (keturunan Musa al-kadzim) dari jabal Amil Libanon, 1 sampel;
  5. Sadah Al-Yusuf al-Musawi al-Husaini (keturunan Musa al-Kadzim) dari Jabal Amil Libanon, 1 sampel;
  6. Sadah Al-Falijan al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali bin Muslim bin Abdullah bin Yahya al-Aqiqi bin Husen bin Jafar al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal bin Husen bin Ali bin Abi Talib) dari Arab Saudi, 1 sampel;
  7. Sadah Al-fakhri al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali), dari Pakistan, 1 sampel;
  8. Sadah al-Naj’awi al-Yahyaal-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Mesir, 2 sampel;
  9. Sadah Al-Shalibi al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Kuwait, 1 sampel;
  10. Sadah Al-Mu’aijil al-Qabih al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Kuwait, 1 sampel;
  11. Sadah Al-Farihid al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Kuwait, 1 sampel;
  12. Sadah Al-Gharaban al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Kuwait, 1 sampel;
  13. Sadah Al-‘Aidi al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Kuwait, 1 sampel;
  14. Sadah Al-Jami’an al-Yahya al-Husaini (keturunan Sayid Yahya al-Thami bin Ali) dari Kuwait, 1 sampel;
  15. Sadah Al-Ishaki al-Ja’fari al-Husaini (keturunan Imam Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari Alepo Suriah, 3 sampel;
  16. Sadah Buhadari al-Bihar al-Syarif al-Husaini (keturunan dari Husen Dzi Dam’ah bin Zaid bin Ali Zainal bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari India, Kuwait dan Pakistan, 5 sampel;
  17. Sadah al-Shalih al-Dzabhawi al-Dzi Dam’ah al-Zaidi al-Husaini (keturunan dari Husen Dzi Dam’ah bin Zaid bin Ali Zainal bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari Irak, 1 sampel;
  18. Sadah Al-A’raji al-Zaidi al-Husaini (keturunan Ali ‘Ala’uddin al-A’raj bin Ibrahim bin Muhammad bin Ali bin Mudzaffar bin Muhammad bin Ali bin Hamzah bin Husen bin Muhammad bin Abdullah bin Ali bin Isa bin Yahya bin Husen Dzi Dam’ah bin Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari irak, Iran 3 samepl;
  19. Sadah Al-Saqqaf al-Zaidi al-Husaini (keturunan Imam Zaid al-Syahid bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  20. Sadah Al-Zaidi al-Husaini (keturunan Imam Zaid al-Syahid bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari Bahrain, Arab Saudi, Kuwait dan Oman, 9 sampel;
  21. Sadah Al-Marzuq al-Musawi (hasil tes Y-DNA, penelitian sementara menempatkannya di kluster Al-Zaidi al-Husaini, tetapi nampaknya dalam catatan tradisional mereka masuk dalam Musa al-kadzim al-Husaini: sedikit bergeser, sama-sama dari Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Talib), dari Bahrain, 1 sampel;
  22. Sadah Al-Hulaibi al-Musawi (sama dengan Sadah Al-Marzuq, hasil tes Y-DNA penelitian sementara menempatkannya di kluster Al-Zaidi al-Husaini, tetapi nampaknya dalam catatan tradisional mereka masuk dalam Musa al-kadzim), 1 sampel;
  23. Sadah Al-Darwisy (sama dengan Sadah Al-Marzuq, hasil tes Y-DNA semenatra menempatkannya di kluster Al-Zaidi al-Husaini, tetapi nampaknya dalam catatan tradisional mereka masuk dalam Musa al-kadzim), dari Bahrain, 1 sampel;
  24. Sadah Al-Barak (keturunan Imam Zaid bin Ali Zaenal bin Husen bin Ali bin Abi Thalib), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  25. Sadah Al-Athawi al-Musawi al-Husaini (sama dengan Sadah Al-Marzuq, hasil tes Y-DNA semenatra menempatkannya di kluster Al-Zaidi al-Husaini, tetapi nampaknya dalam catatan tradisional mereka masuk dalam Musa al-kadzim), dari Libanon, 1 sampel;
  26. Sadah Al-Ashgari al-Husaini (keturunan Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi Talib, dari Irak, Pakistan dan Iran, 7 sampel;
  27. Sadah Al-Jauniyan Al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 1 sampel;
  28. Sadah Al-Naufal Al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  29. Sadah Al-Bibi Al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 1 sampel;
  30. Sadah Al-Hadab al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 2 sampel;
  31. Sadah Al-Fadil al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 1 sampel;
  32. Sadah Abu Arkan Dakhil al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  33. Sadah Al-Humaidi al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 1 sampel;
  34. Sadah Al-Hamduh al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Qatar, 1 sampel;
  35. Sadah Al-Syarif al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 1 sampel;
  36. Sadah Al-Awdah al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 2sampel;
  37. Sadah Al-Shameri al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  38. Sadah Al-Umri al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 1 sampel;
  39. Sadah Al-Arafat al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Kuwait, 3 sampel;
  40. Sadah Al-Syubar al-Aqiqi al-Husaini (keturunan Sayid Aqiqi bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin Ubaidillah al-A’raj bin Husen al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Irak, 1 sampel;
  41. Sadah Al Syarbaji Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna bin Husen bin Muhanna al-Akbar bin Dawud bin Qasim al-Kabir bin ubaidillah bin Tahir bin Yahya bin Hasan bin Ja’far al-Hujjah bin ubaidillah al-A’raj bin Husen Al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Madinah, 3 sampel;
  42. Sadah Al-Syaikh Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir, 1 sampel;
  43. Sadah Al-Karawin Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir, 1 sampel;
  44. Sadah Al-Diyab Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir, 2 sampel;
  45. Sadah Al-Mar’a Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir dan Arab Saudi, 2 sampel;
  46. Sadah Al-Rajih Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir dan Arab Saudi, 2 sampel;
  47. Sadah Abdunnasir Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir, 1 sampel;
  48. Sadah Al-Na’ili Al-Jammaz Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Mesir, 4 sampel;
  49. Sadah Al-Syumar Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Kuwait, 1 sampel;
  50. Sadah Al-Barakat Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Arab Saudi, 1 sampel;
  51. Sadah Al-Syufan Al-Muhana al-Husaini (keturunan Amir Madinah Al-Amir Jamaluddin Jammaz bin Al-Qasim bin Muhanna), dari Kuwait, 1 sampel;
  52. Sadah Al-Aftasi al-Husaini(disebutkan sang Syahid Sayid Ali Khamenei pun berada di marga ini: keturunan Hasan Al-Aftas bin Ali al-Ashgar bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abitalib), dari Arab Saudi dan Oman, 2 sampel;

Demikian 86 nama-nama marga keturunan Nabi Muhammad Saw dari jalur Hasan dan Husain yang sahih baik secara syari’at dan Y-DNA. Saya melaporkan kepada K.H. Miftahul Akhyar, jika warga NU harus mencintai keturunan Nabi Muhammad SAW, maka cintailah ke-86 marga itu, karena merekalah keturunan Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya. Eksistensi mereka sebagai keturunan Nabi selain terverifikasi kitab-kitab nasab abad ke-5,6,7,8,9 dan seterusnya, juga terverifikasi oleh teknologi yang presisi. Tidak ada yang bisa menolak mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad, karena keluarga mereka tercatat dalam kitab-kitab nasab sezaman; tidak ada yang bisa menolak mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad secara sains dan teknologi, karena sains dan teknologi justru menguatkan ke-dzuriyah-an mereka.

Sekarang saya: Imaduddin Utsman Al-Bantani, bertanya kepada siapapun yang membela nasab Ba’alwi yang palsu itu, jika anda membela Ba’alwi dengan beralasan karena mereka adalah dzuriah Nabi Muhammad padahal seluruh bukti bersaksi bahwa Ba’alwi adalah palsu, lalu pembelaan apa yang anda berikan kepada 86 marga itu sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, padahal seluruh bukti bersaksi bahwa mereka adalah dzuriah Nabi Muhammad SAW yang asli?

Jika anda beralasan bahwa selama ini dengan meyakini mereka sebagai keturunan Nabi kalian merasa barakah, ketahuilah bahwa keberkahan itu bukan karena mereka adalah asli keturunan Nabi, tetapi karena niyatmu menghormati Nabi bukan menghormati mereka. Dulu Allah mengampunimu karena ketidaktahuan. Tapi kini, ketika semua telah terang benderang; semua bukti telah disuguhkan; kitab-kitab nasab tidak mencatat Ba’alwi sebagai keturunan Nabi; hasil tes Y-DNA membuka tirai darah mereka bukan darah Makkah dan Madinah, tetapi darah pegunungan kaukasia, masihkan Allah akan memaafkan kesalahan mu? Sekali-kali TIDAK. Karena kesalahanmu dalam meyakini keturunan Nabi yang palsu berkonsekwensi engkau menafikan seluruh darah daging Rasulullah yang asli.

Penulis Imaduddin utsman Al-Bantani

Sumber data: https://www.familytreedna.com/public/Qurayishj1c3d?iframe=ydna-results-overview&srsltid=AfmBOorhwEeZLnRjKf-mBCYMF37itgcnsy_B2Lq-XddNNvp2sLzx_NKN

Artikel terkait...

HAJI HABIB BIN BUJA’, PEWAQAF DI MAKKAH, ASLI TURUNAN NEGRI ACEH BUKAN BA’ALWI

HAJI HABIB BIN BUJA’, PEWAQAF DI MAKKAH, ASLI TURUNAN NEGRI ACEH BUKAN BA’ALWI

Sejarah bukan dibangun berdasar asumsi, bukan pula berdasar katanya, tetapi ia dibangun berdasar bukti sumber primer yang valid. Setiap klaim sejarah mempunyai tujuan, tetapi hakikat sejarah tidak peduli dengan tujuan itu. Ia berjalan sendiri sesuai dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.…

Alun 20 Mei 2026 125 20 menit baca
Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Dr. Musthafa Sulaiman Abu al-Thayyib (Doktor Asal Mesir dalam bidang sejarah Islam, dengan spesialisasi silsilah suku-suku Arab) Bayangkan bahwa satu sel dari rongga mulut Anda mampu menentukan asal-usul antropologis Anda. Hal ini diidentifikasi melalui analisis kromosom-Y (Y-Chromosome) yang terdapat di…

Alun 18 Mei 2026 134 17 menit baca
Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Anatole A. Klyosov

Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Anatole A. Klyosov

Anatole AlexKlyosov adalah ahli kimia, ahli biokimia, peneliti DNA. ia lahir di wilayah Kaliningrad, Rusia, 20 November 1946. Datang ke AS tahun 1990. Sejak tahun 2000-an, Klyosov mendirikan sekaligus menjabat sebagai presiden The Academy of DNA Genealogy yang berbasis di…

Alun 16 Mei 2026 116 13 menit baca