Senin, 25 Mei 2026

Nasab Ba’alwi Tertolak Kajian Pustaka dan Test DNA

Image

“Al-Habsy, Assegaf, Jamalullail, dan BSA itu masuk haplogroup G-Y32613”.

Demikian Doktor Sugeng Sugiharto menulis dalam halaman Facebooknya. Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu juga mengucapkan terimakasih kepada para Ba’alwi yang telah berkontribusi untuk sains. Bahkan, ia menawarkan diri untuk Ba’alwi yang sudah test DNA untuk mengirim file BAM-nya kepadanya, untuk di bantu membuatkan file yang berisi seluruh mutasi dalam kromosom-Y.

Dari situ nampaknya, sudah ada kalangan Ba’alwi yang test DNA, dan hasil haplogroupnya adalah G. lalu apa artinya haplo G? dalam kolom komentar Sunan Kaliprogo bertanya: “…maksudnya apakah masuk zuriat Nabi tegak lurus atau zigzag? Lalu dijawab oleh Doktor Sugeng: “Ya ga mungkin lurus. Zigzag, disclaimer, belum ada buktinya.”

Lurus garis laki sampai Nabi itu tidak mungkin. Tetapi keturunan Nabi jalur Zigzag masih mungkin, namun belum ada buktinya. Itu mungkin maksud jawaban Doktor Sugeng.

Dalam halaman lain dari Facebooknya, ia menulis bahwa identitas genetic Nabi Ibrahim ber-haplogroup J lengkapnya J-FGC8712, dan Imam Ali bin Abi Talib adalah J-FGC10500. Dari sini kita memahami garis lurus keturunan Nabi harus berhaplo J. lalu bagaimana kedudukan test DNA menurut para ulama?

Menurut hasil keputusan Muktamar NU yang ke-31 yang dilaksanakan di Solo tahun 2004, hasil test DNA bisa digunakan sebagai penafian ilhaq nasab (tersambungnya nasab), tetapi belum tentu bisa menentukan ilhaq nasab. Dari hasil keputusan muktamar NU itu kita bisa menyatakan nasab Ba’alwi sebagai tidak tersambung garis lurus laki-laki kepada Nabi Muhammad Saw, berdasarkan hasil test DNA mereka yang tidak berhaplo J yang merupakan haplogroup yang dimiliki Imam Ali bin Abi Talib dan harus dimiliki keturunannya.

Jika demikian, nasab Ba’alwi tersebut sudah tertolak dari dua sisi, yaitu pertama kajian pustaka sebagaimana dalam kajian penulis, yang kedua dilihat dari kesimpulan hasil test DNA sebagaimana dijelaskan peneliti seperti di atas.

Artikel terkait...

HAJI HABIB BIN BUJA’, PEWAQAF DI MAKKAH, ASLI TURUNAN NEGRI ACEH BUKAN BA’ALWI

HAJI HABIB BIN BUJA’, PEWAQAF DI MAKKAH, ASLI TURUNAN NEGRI ACEH BUKAN BA’ALWI

Sejarah bukan dibangun berdasar asumsi, bukan pula berdasar katanya, tetapi ia dibangun berdasar bukti sumber primer yang valid. Setiap klaim sejarah mempunyai tujuan, tetapi hakikat sejarah tidak peduli dengan tujuan itu. Ia berjalan sendiri sesuai dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.…

Alun 20 Mei 2026 105 20 menit baca
Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Dr. Musthafa Sulaiman Abu al-Thayyib (Doktor Asal Mesir dalam bidang sejarah Islam, dengan spesialisasi silsilah suku-suku Arab) Bayangkan bahwa satu sel dari rongga mulut Anda mampu menentukan asal-usul antropologis Anda. Hal ini diidentifikasi melalui analisis kromosom-Y (Y-Chromosome) yang terdapat di…

Alun 18 Mei 2026 116 17 menit baca
Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Anatole A. Klyosov

Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Anatole A. Klyosov

Anatole AlexKlyosov adalah ahli kimia, ahli biokimia, peneliti DNA. ia lahir di wilayah Kaliningrad, Rusia, 20 November 1946. Datang ke AS tahun 1990. Sejak tahun 2000-an, Klyosov mendirikan sekaligus menjabat sebagai presiden The Academy of DNA Genealogy yang berbasis di…

Alun 16 Mei 2026 108 13 menit baca