Senin, 24 Agustus 2026

Nasab Ba’alwi Tertolak Kajian Pustaka dan Test DNA

Image

“Al-Habsy, Assegaf, Jamalullail, dan BSA itu masuk haplogroup G-Y32613”.

Demikian Doktor Sugeng Sugiharto menulis dalam halaman Facebooknya. Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu juga mengucapkan terimakasih kepada para Ba’alwi yang telah berkontribusi untuk sains. Bahkan, ia menawarkan diri untuk Ba’alwi yang sudah test DNA untuk mengirim file BAM-nya kepadanya, untuk di bantu membuatkan file yang berisi seluruh mutasi dalam kromosom-Y.

Dari situ nampaknya, sudah ada kalangan Ba’alwi yang test DNA, dan hasil haplogroupnya adalah G. lalu apa artinya haplo G? dalam kolom komentar Sunan Kaliprogo bertanya: “…maksudnya apakah masuk zuriat Nabi tegak lurus atau zigzag? Lalu dijawab oleh Doktor Sugeng: “Ya ga mungkin lurus. Zigzag, disclaimer, belum ada buktinya.”

Lurus garis laki sampai Nabi itu tidak mungkin. Tetapi keturunan Nabi jalur Zigzag masih mungkin, namun belum ada buktinya. Itu mungkin maksud jawaban Doktor Sugeng.

Dalam halaman lain dari Facebooknya, ia menulis bahwa identitas genetic Nabi Ibrahim ber-haplogroup J lengkapnya J-FGC8712, dan Imam Ali bin Abi Talib adalah J-FGC10500. Dari sini kita memahami garis lurus keturunan Nabi harus berhaplo J. lalu bagaimana kedudukan test DNA menurut para ulama?

Menurut hasil keputusan Muktamar NU yang ke-31 yang dilaksanakan di Solo tahun 2004, hasil test DNA bisa digunakan sebagai penafian ilhaq nasab (tersambungnya nasab), tetapi belum tentu bisa menentukan ilhaq nasab. Dari hasil keputusan muktamar NU itu kita bisa menyatakan nasab Ba’alwi sebagai tidak tersambung garis lurus laki-laki kepada Nabi Muhammad Saw, berdasarkan hasil test DNA mereka yang tidak berhaplo J yang merupakan haplogroup yang dimiliki Imam Ali bin Abi Talib dan harus dimiliki keturunannya.

Jika demikian, nasab Ba’alwi tersebut sudah tertolak dari dua sisi, yaitu pertama kajian pustaka sebagaimana dalam kajian penulis, yang kedua dilihat dari kesimpulan hasil test DNA sebagaimana dijelaskan peneliti seperti di atas.

Artikel terkait...

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Diskursus nasab batalnya nasab Ba’alwi (habaib) di Indonesia yang dimotori ulama Banten K.H. Imaduddin utsman al-Bantani (Kiai Imad), telah membawa perubahan besar dalam dunia ilmu pengetahuan agama di Indonesia. Pengajaran paham keagamaan yang semula hanya berupa doktrin yang harus diterima…

Alun 2 Agu 2026 234 6 menit baca
Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

oleh : Hamdan Suhaemi Belakangan setelah memperhatikan komentar banyak orang, baik dilakukan setelah wawancara atau obrolan biasa hingga melihat komentar-komentar status di media sosial, baik Facebook, Tiktok, Instagram dan media sosial lainnya itu semua tanggapannya menolak, menghujat dan membenci klan…

Alun 2 Agu 2026 149 3 menit baca
قامع المساوي جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي في تحقيق بطلان نسب باعلوي

قامع المساوي جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي في تحقيق بطلان نسب باعلوي

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي جعل الأنساب سبباً للائتلاف، وجعل صلة الأرحام من أعظم القربات والأوصاف، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له المنزه عن الشبيه والأنداد، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله خير…

Alun 1 Agu 2026 308 27 menit baca