Sabtu, 12 September 2026

Nasab Ba’alwi Tertolak Kajian Pustaka dan Test DNA

Image

“Al-Habsy, Assegaf, Jamalullail, dan BSA itu masuk haplogroup G-Y32613”.

Demikian Doktor Sugeng Sugiharto menulis dalam halaman Facebooknya. Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu juga mengucapkan terimakasih kepada para Ba’alwi yang telah berkontribusi untuk sains. Bahkan, ia menawarkan diri untuk Ba’alwi yang sudah test DNA untuk mengirim file BAM-nya kepadanya, untuk di bantu membuatkan file yang berisi seluruh mutasi dalam kromosom-Y.

Dari situ nampaknya, sudah ada kalangan Ba’alwi yang test DNA, dan hasil haplogroupnya adalah G. lalu apa artinya haplo G? dalam kolom komentar Sunan Kaliprogo bertanya: “…maksudnya apakah masuk zuriat Nabi tegak lurus atau zigzag? Lalu dijawab oleh Doktor Sugeng: “Ya ga mungkin lurus. Zigzag, disclaimer, belum ada buktinya.”

Lurus garis laki sampai Nabi itu tidak mungkin. Tetapi keturunan Nabi jalur Zigzag masih mungkin, namun belum ada buktinya. Itu mungkin maksud jawaban Doktor Sugeng.

Dalam halaman lain dari Facebooknya, ia menulis bahwa identitas genetic Nabi Ibrahim ber-haplogroup J lengkapnya J-FGC8712, dan Imam Ali bin Abi Talib adalah J-FGC10500. Dari sini kita memahami garis lurus keturunan Nabi harus berhaplo J. lalu bagaimana kedudukan test DNA menurut para ulama?

Menurut hasil keputusan Muktamar NU yang ke-31 yang dilaksanakan di Solo tahun 2004, hasil test DNA bisa digunakan sebagai penafian ilhaq nasab (tersambungnya nasab), tetapi belum tentu bisa menentukan ilhaq nasab. Dari hasil keputusan muktamar NU itu kita bisa menyatakan nasab Ba’alwi sebagai tidak tersambung garis lurus laki-laki kepada Nabi Muhammad Saw, berdasarkan hasil test DNA mereka yang tidak berhaplo J yang merupakan haplogroup yang dimiliki Imam Ali bin Abi Talib dan harus dimiliki keturunannya.

Jika demikian, nasab Ba’alwi tersebut sudah tertolak dari dua sisi, yaitu pertama kajian pustaka sebagaimana dalam kajian penulis, yang kedua dilihat dari kesimpulan hasil test DNA sebagaimana dijelaskan peneliti seperti di atas.

Artikel terkait...

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba’alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban tersebut melalui bukti literatur. Menariknya, argumentasi pembatalan ini tidak dibangun menggunakan kritik dari pihak luar, melainkan digali langsung dari kitab-kitab…

Alun 11 Sep 2026 25 3 menit baca
Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Nama Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. belakangan ini kerap menghiasi lini masa media sosial dan forum diskusi publik di Indonesia. Sosok ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini mendadak viral setelah pemaparan ilmiahnya yang lugas mengenai analisis…

Alun 10 Sep 2026 35 3 menit baca
Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

YAMAN — Akademisi asal Yaman, Dr. Nadine Al-Mewari, menyoroti perbedaan signifikan antara narasi silsilah tradisional dengan realitas temuan tes DNA mengenai klan Ba’alawi di Hadhramaut. Melalui pernyataan tertulis di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Dr. Nadine memaparkan dua poin…

Alun 10 Sep 2026 35 2 menit baca