Senin, 25 Mei 2026

Mbah Moen Mengitsbat Sunan Kudus Bukan Ba’alwi

Image

Gus Rumail mengatakan bahwa motifnya dalam melakukan penelitian nasab Ba’alwi adalah membahagiakan K.H. Maimun Zubair Ra (Mbah Moen). Menurut Gus Rumail, Mbah Moen sangat mencintai Ba’alwi dan meyakini kesadahannya (meyakini/mengitsbat Ba’alwi sebagai keturunan Rasul).

“Sebenarnya motif penelitian saya sangat sederhana, yaitu membahagiakan Mbah Maimun yang sangat mencintai Ba’alwi (dan meyakini kesadahannya), sekaligus putra-putri beliau yang punya tali rasa (ta’alluq) dengan Ba’alwi.” Demikian salah satu tulisan Gus Rumail.

Pertanyaannya, benarkah Mbah Moen meyakini kasadahan Ba’alwi? Dapatkah Gus Rumail menunjukan bukti sezaman bahwa Mbah Moen mengitsbat Ba’alwi sebagai keturunan Rasul?

Menurut penulis, yang Mbah Moen yakini sebagai keturunan Rasul adalah para Wali Songo. Dan penulis dapat menghadirkan bukti sezaman di mana ketika hidup, Mbah Moen mengitsbat bahwa salah seorang Wali Songo yaitu Sunan Kudus adalah seorang keturunan Rasulullah, Muhammad Saw.

Bukti sezaman itu adalah sebuah video ceramah Mbah Moen. Dalam ceramah itu Mbah Moen dengan tegas menyatakan bahwa salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw di tanah Jawa adalah Sayyid Ja’far Shodiq (Sunan Kudus). Video itu diunggah oleh Lahaula TV dengan judul: “Ngakunya Cucu Nabi Tapi Bodoh dan Membodohi Umat!? Gimana? Mbah Maimun Zubair”. Video itu di unggah empat bulan lalu dengan durasi 11 menit 29 detik.

Mbah Moen juga menjelaskan bahwa para keturunan Sunan Kudus hari ini tidak bergelar “Sayyid”. Tapi kita menyaksikan hari ini banyak santri di Kudus. Dari situ, Mbah Moen ingin mengatakan bahwa ada hubungannya antara kuatnya Islam di Kudus itu, yang dicirikan dengan banyaknya kaum santri di sana, dan antara adanya para keturunan Nabi Muhammad Saw yang tinggal di Kudus hari ini. Walaupun tidak diketahui oleh orang bahwa ia adalah keturunan Nabi.

Jika Gus Rumail ingin membahagiakan Mbah Moen, seharusnya, ia meneliti, bahkan membela jika ada orang yang menyatakan bahwa Wali Songo bukan keturunan Nabi. Atau jika ada orang yang menyatakan bahwa Wali Songo tidak mempunyai keturunan. Karena hal itu bertentangan dengan ucapan Mbah Moen. Ucapan Mbah Moen sohih tanpa takwil bahwa Sunan Kudus adalah keturunan Rasulullah dan mempunyai putra yang tidak bergelar “Sayid”.

Sementara itu, sampai sekarang, Gus Rumail tidak bisa menghadirkan bukti bahwa Mbah Moen telah mengitsbat Ba’alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw. Adapun sowannya para Ba’alwi kepada Mbah Moen dan beliau menghormatinya, itu tidak bisa dijadikan dalil bahwa Mbah Moen mengitsbat nasab mereka.

Demikian pula Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari yang mengutip kalam seorang Ba’alwi dalam Qonun Asasi tidak bisa dikatakan Mbah Hasyim mengitsbat nasab Ba’alwi atau menjadi muhibbin Ba’alwi. Mengutip sebuah pendapat dalam tulisan, bagi ulama sudah biasa. Penulis pun kadang mengutip pendapat sarjana Barat, Ba’alwi dan yang lainnya dalam tulisan penulis. Demikian pula Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Uqudullujain ketika menyebut istilah habib dalam kitab tersebut, bukan berarti beliau mengitsbat nasab Ba’alwi, tetapi beliau menceritakan bahwa istilah-istilah untuk gelar bagi orang yang mengaku sebagai keturunan Nabi diantaranya adalah gelar habib. Karena memang di masa Syaikh Nawawi al-Bantani, para Ba Aawi yang mengaku keturunan Nabi itu menggunakan gelar “Habib”. Jadi, sekali lagi, itu bukan mengitsbat, tetapi hanya menceritakan saja.

Satu hal yang menarik lagi yang patut diungkapkan dari video Mbah Moen itu adalah,: tentang bagaimana Mbah Moen menyatakan bahwa sulit (hampir mustahil) para keturunan Nabi Muhammad Saw bisa menjadi kafir. Jadi bisa kita simpulkan bahwa salah satu ciri yang bisa kita lihat dari sebuah kabilah apakah mereka adalah keturunan Nabi atau bukan, menurut Mbah Moen, adalah dari apakah ada dari kabilah itu orang yang murtad? Dan hari ini kita saksikan ada seorang Ba’alwi dari marga Assegaf yang bernama Thomas Assegaf yang murtad dari agama Islam. Ini menjadi indikator kuat, bahwa memang kabilah itu bukanlah kabilah dari keturunan Nabi Muhammad Saw.

Artikel terkait...

HAJI HABIB BIN BUJA’, PEWAQAF DI MAKKAH, ASLI TURUNAN NEGRI ACEH BUKAN BA’ALWI

HAJI HABIB BIN BUJA’, PEWAQAF DI MAKKAH, ASLI TURUNAN NEGRI ACEH BUKAN BA’ALWI

Sejarah bukan dibangun berdasar asumsi, bukan pula berdasar katanya, tetapi ia dibangun berdasar bukti sumber primer yang valid. Setiap klaim sejarah mempunyai tujuan, tetapi hakikat sejarah tidak peduli dengan tujuan itu. Ia berjalan sendiri sesuai dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.…

Alun 20 Mei 2026 105 20 menit baca
Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Dr. Musthafa Sulaiman Abu al-Thayyib (Doktor Asal Mesir dalam bidang sejarah Islam, dengan spesialisasi silsilah suku-suku Arab) Bayangkan bahwa satu sel dari rongga mulut Anda mampu menentukan asal-usul antropologis Anda. Hal ini diidentifikasi melalui analisis kromosom-Y (Y-Chromosome) yang terdapat di…

Alun 18 Mei 2026 116 17 menit baca
Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Anatole A. Klyosov

Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Anatole A. Klyosov

Anatole AlexKlyosov adalah ahli kimia, ahli biokimia, peneliti DNA. ia lahir di wilayah Kaliningrad, Rusia, 20 November 1946. Datang ke AS tahun 1990. Sejak tahun 2000-an, Klyosov mendirikan sekaligus menjabat sebagai presiden The Academy of DNA Genealogy yang berbasis di…

Alun 16 Mei 2026 108 13 menit baca