Sabtu, 12 September 2026

Mbah Moen Mengitsbat Sunan Kudus Bukan Ba’alwi

Image

Gus Rumail mengatakan bahwa motifnya dalam melakukan penelitian nasab Ba’alwi adalah membahagiakan K.H. Maimun Zubair Ra (Mbah Moen). Menurut Gus Rumail, Mbah Moen sangat mencintai Ba’alwi dan meyakini kesadahannya (meyakini/mengitsbat Ba’alwi sebagai keturunan Rasul).

“Sebenarnya motif penelitian saya sangat sederhana, yaitu membahagiakan Mbah Maimun yang sangat mencintai Ba’alwi (dan meyakini kesadahannya), sekaligus putra-putri beliau yang punya tali rasa (ta’alluq) dengan Ba’alwi.” Demikian salah satu tulisan Gus Rumail.

Pertanyaannya, benarkah Mbah Moen meyakini kasadahan Ba’alwi? Dapatkah Gus Rumail menunjukan bukti sezaman bahwa Mbah Moen mengitsbat Ba’alwi sebagai keturunan Rasul?

Menurut penulis, yang Mbah Moen yakini sebagai keturunan Rasul adalah para Wali Songo. Dan penulis dapat menghadirkan bukti sezaman di mana ketika hidup, Mbah Moen mengitsbat bahwa salah seorang Wali Songo yaitu Sunan Kudus adalah seorang keturunan Rasulullah, Muhammad Saw.

Bukti sezaman itu adalah sebuah video ceramah Mbah Moen. Dalam ceramah itu Mbah Moen dengan tegas menyatakan bahwa salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw di tanah Jawa adalah Sayyid Ja’far Shodiq (Sunan Kudus). Video itu diunggah oleh Lahaula TV dengan judul: “Ngakunya Cucu Nabi Tapi Bodoh dan Membodohi Umat!? Gimana? Mbah Maimun Zubair”. Video itu di unggah empat bulan lalu dengan durasi 11 menit 29 detik.

Mbah Moen juga menjelaskan bahwa para keturunan Sunan Kudus hari ini tidak bergelar “Sayyid”. Tapi kita menyaksikan hari ini banyak santri di Kudus. Dari situ, Mbah Moen ingin mengatakan bahwa ada hubungannya antara kuatnya Islam di Kudus itu, yang dicirikan dengan banyaknya kaum santri di sana, dan antara adanya para keturunan Nabi Muhammad Saw yang tinggal di Kudus hari ini. Walaupun tidak diketahui oleh orang bahwa ia adalah keturunan Nabi.

Jika Gus Rumail ingin membahagiakan Mbah Moen, seharusnya, ia meneliti, bahkan membela jika ada orang yang menyatakan bahwa Wali Songo bukan keturunan Nabi. Atau jika ada orang yang menyatakan bahwa Wali Songo tidak mempunyai keturunan. Karena hal itu bertentangan dengan ucapan Mbah Moen. Ucapan Mbah Moen sohih tanpa takwil bahwa Sunan Kudus adalah keturunan Rasulullah dan mempunyai putra yang tidak bergelar “Sayid”.

Sementara itu, sampai sekarang, Gus Rumail tidak bisa menghadirkan bukti bahwa Mbah Moen telah mengitsbat Ba’alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw. Adapun sowannya para Ba’alwi kepada Mbah Moen dan beliau menghormatinya, itu tidak bisa dijadikan dalil bahwa Mbah Moen mengitsbat nasab mereka.

Demikian pula Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari yang mengutip kalam seorang Ba’alwi dalam Qonun Asasi tidak bisa dikatakan Mbah Hasyim mengitsbat nasab Ba’alwi atau menjadi muhibbin Ba’alwi. Mengutip sebuah pendapat dalam tulisan, bagi ulama sudah biasa. Penulis pun kadang mengutip pendapat sarjana Barat, Ba’alwi dan yang lainnya dalam tulisan penulis. Demikian pula Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Uqudullujain ketika menyebut istilah habib dalam kitab tersebut, bukan berarti beliau mengitsbat nasab Ba’alwi, tetapi beliau menceritakan bahwa istilah-istilah untuk gelar bagi orang yang mengaku sebagai keturunan Nabi diantaranya adalah gelar habib. Karena memang di masa Syaikh Nawawi al-Bantani, para Ba Aawi yang mengaku keturunan Nabi itu menggunakan gelar “Habib”. Jadi, sekali lagi, itu bukan mengitsbat, tetapi hanya menceritakan saja.

Satu hal yang menarik lagi yang patut diungkapkan dari video Mbah Moen itu adalah,: tentang bagaimana Mbah Moen menyatakan bahwa sulit (hampir mustahil) para keturunan Nabi Muhammad Saw bisa menjadi kafir. Jadi bisa kita simpulkan bahwa salah satu ciri yang bisa kita lihat dari sebuah kabilah apakah mereka adalah keturunan Nabi atau bukan, menurut Mbah Moen, adalah dari apakah ada dari kabilah itu orang yang murtad? Dan hari ini kita saksikan ada seorang Ba’alwi dari marga Assegaf yang bernama Thomas Assegaf yang murtad dari agama Islam. Ini menjadi indikator kuat, bahwa memang kabilah itu bukanlah kabilah dari keturunan Nabi Muhammad Saw.

Artikel terkait...

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba’alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban tersebut melalui bukti literatur. Menariknya, argumentasi pembatalan ini tidak dibangun menggunakan kritik dari pihak luar, melainkan digali langsung dari kitab-kitab…

Alun 11 Sep 2026 25 3 menit baca
Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Nama Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. belakangan ini kerap menghiasi lini masa media sosial dan forum diskusi publik di Indonesia. Sosok ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini mendadak viral setelah pemaparan ilmiahnya yang lugas mengenai analisis…

Alun 10 Sep 2026 35 3 menit baca
Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

YAMAN — Akademisi asal Yaman, Dr. Nadine Al-Mewari, menyoroti perbedaan signifikan antara narasi silsilah tradisional dengan realitas temuan tes DNA mengenai klan Ba’alawi di Hadhramaut. Melalui pernyataan tertulis di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Dr. Nadine memaparkan dua poin…

Alun 10 Sep 2026 35 2 menit baca