Minggu, 10 Mei 2026

Manuskrip Halu dan Isnad Palsu

Image

Gus Rumail mengatakan: “Sehabis salat saya membuka WhatsApp, dan banyak kiriman video Jawara Bekasi yang meringsek pengajian Kiai Imaduddin kemarin. Dan ini sangat disayangkan (betapa tidak setuju pun, memang tidak seharusnya melakukan intimidasi seperti ini)”.

Seharusnya sehabis sholat Isya, diusahakan menyempatkan untuk sedikit berzikir dan berdo’a, bukan langsung membuka WhatsApp. Yang merangsek ke pengajian itu bukan jawara Bekasi, bukan pula warga kampung, karena kebanyakan warga kampung itu sedang berada di dalam masjid mendengarkan pengajian maulid penulis.

Apapun itu, penulis ucapkan terimakasih atas keprihatinan Gus Rumail tentang kejadian itu. Kejadian malam itu semakin membuka lebar pemahaman masyarakat, betapa pentingnya bagi Ba’alwi pengakuan masyarakat, bahwa mereka adalah cucu Nabi Muhammad Saw. sampai siapa saja ulama yang tidak percaya mereka cucu Nabi, maka ia akan diancam dan pengajiannya akan diganggu. Padahal, ulama yang tidak percaya itu, sudah berdasarkan bukti kitab-kitab dan hasil test DNA mereka yang melenceng.

Gus Rumail mengatakan: “Energi Kiai Imaduddin untuk mengampanyekan pembatalan Ba’alwi ternyata sangat tinggi, karena setelah dari sana beliau langsung mengisi acara ke Malang, Jawa Timur untuk membicarakan hal yang sama..”.

Penulis bukan mengkampanyekan pembatalan Ba’alwi, tetapi yang penulis lakukan adalah menyebar-luaskan pengetahuan tentang batalnya nasab Ba’alwi kepada masyarakat sesuai yang diatur oleh Undang Undang Dasar 1945 pasal 28; Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia; dan Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Berpendapat di Muka Umum. Merujuk pada undang-undang ini, kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Gus Rumail mengatakan: “Untuk mengapresiasi energi yang sebesar itu, saya ingin menulis ulang temuan “bukti sezaman” yang (sepertinya) ditunggu banyak orang, termasuk Kiai Imaduddin.”

Seharusnya, bukti sezaman bagi nasab Ba’alwi, dikeluarkan bukan hanya untuk apresiasi penulis. Jika memang bukti sezaman itu ada, maka hendaknya dikeluarkan demi kemaslahatan semua. Penulis tidak menunggu bukti sezaman dari Gus Rumail, karena yakin, pasti, “bukti sezaman” itu hanya PHP belaka untuk para Ba’alwi dan pendukungnya. Penulis yakin seyakin-yakinnya, berdasarkan pergumulan penulis selama ini dengan naskah-naskah nasab Ba’alwi, bahwa Ubaidillah dan lima nama lainnya sampai Muhammad “Sohib Mirbat” adalah tokoh fiktif. Bagaimana tokoh fiktif bisa meriwayatkan hadits.

Gus Rumail mengatakan: “Buktinya ialah isnad atau mata rantai riwayat yang saya dapatkan dari +/- 75 hadits melalui beberapa tokoh Ba’alwi (sekaligus mengkonfirmasi mereka sebagai sosok historis).”

Jujurkah klaim itu? Gus Rumail menyertakan beberapa narasi tanpa manuskrip. Siapapun bisa menulis apapun tentang masa lalu yang diinginkannya. Banyak para penulis novel fiksi yang mampu membuat cerita berlatar belakang sebuah tahun tertentu di masa lalu, atau berlatar belakang tokoh historis, lalu menyertakan tokoh fiksi itu sekan-akan ia hidup bersama tokoh historis tersebut.

Gus Rumail dalam klaimnya akan kitab sezaman itu tidak melampirkan manuskrip apapun untuk menguatkannya, malah manuskrip tentang Imam Syafi’i yang ia sematkan. sebuah manuskrip yang tidak ada kaitan apapun dengan nasab Ba’alwi. Lagi-lagi “tipu-tipu” ala muhaqqiq Ba’alwi dilakukan Gus Rumail. Penulis tidak akan merinci substansi narasi halu dari petikan kitab baru atau disertasi mahasiswa semacam itu.

Artikel terkait...

RIZIQ SYIHAB BUKAN KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW SECARA ABSOLUT

RIZIQ SYIHAB BUKAN KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW SECARA ABSOLUT

Pada tanggal 21 April 2026, Riziq Syihab membuat sebuah video yang menjelaskan silsilah keluarganya dengan judul “Pemaparan Silsilah Keluarga Datuk IBHRS”. Video itu berdurasi 51.12 menit. Dalam video itu ia menjelaskan silsilah kekerabatan beberapa keluarganya, dan itu bukan urusan umat…

Alun 25 Apr 2026 307 7 menit baca
DAFTAR NAMA-NAMA KIAI, TOKOH DAN LEMBAGA YANG TELAH GAGAL MENJAWAB TESIS BATALNYA NASAB BA’ALWI

DAFTAR NAMA-NAMA KIAI, TOKOH DAN LEMBAGA YANG TELAH GAGAL MENJAWAB TESIS BATALNYA NASAB BA’ALWI

Diskursus batalnya nasab Ba’alwi di ruang public adalah salah satu diskursus yang menarik selama kemerdekaan Indonesia sejak tahun 1945. Tidak ada diskursus ilmiyah yang menyita perhatian public seperti disukursus batalnya nasab Ba’alwi. Diskursus ini dimulai pada tanggal 13 Oktober 2022…

Alun 22 Apr 2026 732 38 menit baca
SANAD YASIN FADHILAH DAN TAHLIL DARI SUNAN AMPEL

SANAD YASIN FADHILAH DAN TAHLIL DARI SUNAN AMPEL

Oleh: imaduddin Utsman Al-Bantani Alhamdulillah pada hari Rabu, 15 April 2026, selain penulis diperlihatkan puluhan dari ratusan manuskrip peninggalan Sunan Ampel, Sunan Derajat dan keturunannnya, penulis juga diberikan ijajah sanad keilmuan dari jalur Sunan Ampel oleh cucu Sunan Ampel garis…

Alun 17 Apr 2026 551 4 menit baca