Jumat, 10 April 2026

LEMBAGA NASAB KLAN BA’ALWI NAQOBATUL ASYROF AL-KUBRO TOLAK WALISONGO SEBAGAI BAGIAN BA’ALWI

Image

Ketua Lembaga nasab klan Ba’alwi Naqobatul Asyrof al-Kubro, Zainal Abidin Seggaf Assegaf, menyatakan secara formal dengan surat resmi bahwa nasab Walisongo tertolak sebagai bagian dari klan Ba’alwi. Surat itu, seperti terdapat dalam link: https://www.instagram.com/p/CbFzPa-Jog4/ ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan pada 10 April 2018. Surat itu membantah dengan tegas klaim Riziq Syihab yang belakangan, setelah nasab Ba’alwi terbongkar palsu (tidak tersambung kepada Nabi Muhammad SAW), menyatakan sebaliknya.

Berikut ini isi surat resmi Naqobatul Asyraf Al-Kubro tentang bahwa Walisongo bukan bagian dari klan Ba’alwi:

NAQOBATUL ASYROF AL-KUBRO

Lembaga Pemeliharaan, Penelitian Sejarah dan Silsilah “ALAWIYYIN”

SURAT KETERANGAN

Kepada Yth, Segenap keluarga Alawiyyin

di tempat

Assalammu ‘alaikum Wr.Wb

Alhamdulillahi Rabbi alami, Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad Wa ‘ala Alihi wa Sohbihi Ajma’in.

Sehubungan dengan adanya pertanyaan dari beberapa masyarakat dan khususnya dari kalangan keluarga Alawiyyin perihal keabsahan daripada nasab keluarga AZMATKHAN, yang mana keluarga tersebut menyatakan Silsilah mereka (AZMATKHAN) tersambung hingga Al-Imam Abdul Mallik bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shohib Mirbat.

Dengan ini Lembaga Peneliti Sejarah & Silsilah Keluarga Alawiyin NAQOBATUL ASYROF AL-KUBRO Ingin menyampaikan terimakasih atas kepeduliannya terhadap kemurnian Nasab keturunan Nabi Muhammad SAW yang selama ini banyak di SALAH GUNAKAN oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dan hal tersebut mereka lakukan hanya untuk kepentingan beberapa kelompok maupun pribadi.

Adapun perihal keabsahan nasab keluarga AZMATKHAN tsb diatas dapat kami sampaikan bahwa dilembaga kami hingga saat ini TIDAK MEMPUNYAI CATATAN NASAB dari marga tersebut dan NASAB MEREKA TERTOLAK dikarenakan tidak ada nya data autentik dari ahli nasab terdahulu.

Demikian surat penjelasan ini kami sampaikan, atas kepedulian dan juga perhatiannya kami sampaikan terimakasih dan mohon maklum adamya.

Wassalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh

10 April 2018

Sayyid Zainal Abidin Segaf Assegaf, ditandatangani, distempel resmi.

Surat tegas dari Naqobatul Asyrof al-Kubro ini diharapkan menjadi perhatian para Asyraf dan Sadah Walisongo yang masih mempercayai Riziq Syihab yang menyatakan secara lisan bahwa nasab Walisongo tersambung kepada Ba’alwi. Karena pernyataan lisan Riziq Syihab itu dilakukan hanya untuk tujuan social Ketika nasab Ba’alwi sudah dinyatakan bukan keturunan Nabi Muhammad SAW oleh Majma’ Fuqoha Jawa. Para keturunan Walisongo adalah para Asyraf dan Sadah karena mereka adalah keturunan para sultan dan raja di kesultanan dan kerajaan di Nusantara selain keturunan Nabi Muhammad SAW, baik jalur laki-laki maupun perempuan.

Artikel terkait...

Pengertian dan Dasar Hukum Syirkah

Pengertian dan Dasar Hukum Syirkah

Oleh : Muhammad Ikhsan Secara istilah, syirkah adalah kepemilikan bersama antara dua orang atau lebih atas suatu harta yang tidak terpisah. Kebolehannya telah disepakati para ulama, sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Qarib: “والشركة جائزة” Bahkan ditegaskan dalam kaidah: الشركة جائزة…

Alun 9 Apr 2026 40 3 menit baca
PRINSIP KERELAAN (RIDHA) DALAM MUAMALAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP JUAL BELI SAHAM DI BURSA EFEK

PRINSIP KERELAAN (RIDHA) DALAM MUAMALAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP JUAL BELI SAHAM DI BURSA EFEK

Oleh Ahmad Farhan Hidayat (Alumni Al-Azhar Mesir dan PPS NU Banten) Pendahuluan Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga mengatur hubungan antar manusia dalam bidang muamalah, termasuk aktivitas ekonomi. Dalam setiap transaksi, Islam menekankan adanya…

Alun 9 Apr 2026 57 7 menit baca
Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR(Telaah Kitab Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie;Merawat Khazanah Keislaman, Menjaga Sanad Keilmuan)

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR(Telaah Kitab Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie;Merawat Khazanah Keislaman, Menjaga Sanad Keilmuan)

Oleh: Riko Aji Darma Dinamika perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir tidak terlepas dari peran karya-karya ringkas yang kemudian mendorong lahirnya pengembangan keilmuan yang lebih luas. Salah satu di antaranya adalah kitab Nuqāyah al-‘Ulūm karya Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (849-911 H), yang…

Alun 7 Apr 2026 71 4 menit baca