Senin, 23 Februari 2026

Kronologis Nasab Azmat Khan Ba’alwi

Image

Dalam kitab babon Ba’alwi, Syamsudzahirah, disebutkan bahwa Abdul malik adalah putra dari Alwi bin Muhammad Sohib Mirbat (h. 529); Ia keturunan ke-7 dari Ubaidillah; Ia berhijrah ke India dan berketurunan di sana. Sunan Gunung Jati dan Sultan Banten, serta seluruh Wali Songo kecuali Sunan Kali Jaga, katanya, keturunan Abdul Malik ini. Apakah benar ia sosok historis atau sosok ahistoris? Mari kita uji.

Dalam kitab Al-Suluk fi Tobaqot al-Ulama wa al-Muluk karya al-Janadi memang disebut nama Abdul Malik yang hijrah ke India. Tapi ia bukan cucu Muhammad “Sohib Mirbat”. Ia adalah cucu Ahmad bin Jadid. Muhammad “Sohib Mirbat” dan Ahmad bin Jadid, mereka berdua hidup satu masa. Berarti Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad “Sohib Mirbat” dan Abdul Malik bin Ahmad bin Jadid, juga hidup satu masa. Keduanya mempunyai banyak kesamaan: Mereka berdua sama-sama Ba’alwi; mereka berdua sama-sama bernama Abdul Malik; mereka sama-sama hijrah ke India: mereka berdua sama-sama hidup di masa yang sama.
Kebetulan yang menarik bukan ?

Sebelum kita lanjutkan perhatikan dua silsilah di bawah ini:

Pertama:

  1. Ahmad
  2. Abdullah
  3. Hadid
  4. Muhammad
  5. Ali
  6. Hadid
  7. Ahmad
  8. Muhammad
  9. Abdul malik

Kedua:

  1. Ahmad
  2. Ubaidillah
  3. Alwi
  4. Muhammad
  5. Alwi
  6. Ali Khali Qosam
  7. Muhammad Sohib Mirbat
  8. Alwi
  9. Abdul Malik

Silsilah Abdul Malik yang sebelah atas, adalah silsilah Bani Jadid yang terdapat dalam kitab al-Suluk versi manuskrip Mesir. (lihat juz ke-2 halaman 135). Sedangkan, Silsilah di sebelah bawah adalah silsilah Ba’alwi versi Habib Ali al-Sakran. Habib Ali al-Sakran mengijtihadi bahwa Abdullah yang terdapat di al-Suluk itu adalah Ubaidillah. Dan Hadid atau Jadid itu adalah saudara dari Alwi.

Dalam kitab al-Suluk itu, disebutkan bahwa Abdul Malik Ba Jadid bersama saudaranya yang bernama Ali Ba Jadid datang ke Kota Adn, lalu ke Kota al-Wahij, untuk menemui Syekh Mudafi’. Kemudian keduanya dinikahkan dengan dua anak perempuan Syekh Mudafi’. Lalu keduanya pergi ke India bersama Syekh Mudafi. (lihat al-Suluk juz ke-2 halaman 136).

Pertanyaanya, apakah kisah hijrah ke India-nya Abdul Malik Ba’alwi itu betul-betul fakta historis atau hanya terinspirasi dari kisah hijrahnya Abdul Malik Ba Jadid yang ditulis dalam kitab al-Suluk ?
Jika hijrahnya Abdul Malik Ba’alwi ke India itu fakta, mengapa yang tercatat dalam al-Suluk hanya hijrahnya Abdul Malik Ba Jadid? Kemudian lagi, jika hijrah itu benar, apakah kedua Abdul Malik ini sama-sama diangkat menantu raja India dan berketurunan?

Analisa penulis: Pertama nama Abdul Malik, bukanlah nama yang lazim dipakai keluarga Ba’alwi. Mungkin dalam keluarga Ba’alwi, hanya Abdul Malik bin Alwi inilah yang bernama Abdul Malik. Di zaman sekarang-pun sulit mencari keluarga Ba’alwi yang bernama Abdul Malik. Dari situ, menurut penulis, nama Abdul Malik masuk dalam “cerita” keluarga Ba’alwi hanya karena terinspirasi kisah hijrahnya Abdul Malik dari keluarga Jadid yang dicatat dalam sejarah. Hijrahnya Abdul Malik ke India, pertama kali dicatat oleh habib Abu Bakar al-Sakran di abad ke-9 Hijriah. Tetapi al-Sakran tidak spesifik menyatakan Abdul Malik hijrah ke India, ia hanya mengatakan bahwa Abdul Malik bin Alwi ini mempunyai keturunan di India (al-Burqoh h. 138).

Dan tidak ada satupun kitab Ba’alwi yang menyambungkan nasab keturunan Abdul Malik ke Wali Songo. Adapun yang dicatat dalam kitab Syamsudzahirah tersebut hanya memberikan informasi bahwa ada catatan dari Nusantara diantaranya dari manuskrip Kerajaan Palembang yang berangka tahun 1748 M, dan dari Habib Salim bin Jindan, bahwa para Sultan dan Wali di Nusantara mempunyai silsilah ke Baginda Nabi Muhammad Saw melalui Syekh Jumadil Kubro kemudian melalui Abdul Malik. Kemudian sisilah itu dicantumkan dalam hamisy (footnote) kitab Syamsudzahirah cetakan 1984 M yang ditahqiq oleh Muhammad Dliya Syihab.

Dari situ kita lihat, betapa lemahnya nasab Azmatkhan mulai dari hulu sampai ke hilir. Dari hulu, nasab Azmatkhan ini hanya terinspirasi kisah hijrahnya Abdul Malik dari keluarga Jadid di abad ke-7 Hijriah. Dari hilir, nasab ini tidak tercatat dalam kitab keluarga Ba’alwi sendiri dan bertentangan dengan manuskrip kuno Nusantara yang lebih tua.

Jika pencatatan riwayat Azmatkhan dalam hamisy kitab Syamsudzahirah yang tertua adalah dari manuskrip Palembang tahun 1748 Masehi, tentu itu bertentangan dengan manuskrip-manuskrip Nusantara yang lebih tua, yang menyebut bahwa para Sultan dan Wali di Nusantara ini adalah merupakan keturunan Rasulullah Muhammad Saw dari jalur Musa al-Kadzim, contohnya manuskrip Bangkalan yang berangka tahun 1624 M.

Artikel terkait...

KARYA KH IMADUDDIN UTSMAN VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

KARYA KH IMADUDDIN UTSMAN VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

Oleh: Tulisan ini dari hasil diskusi berempat melalui virtual, berisi menganalisis legitimasi historis dan genealogis Rabithah Alawiyah sebagai lembaga pencatat nasab klan Ba’alwi di Indonesia. Didirikan pada tahun 1928 di bawah naungan kebijakan kolonial Belanda, eksistensi lembaga ini memunculkan pertanyaan…

Alun 22 Feb 2026 23 17 menit baca
KENAPA SANTRI PENDUKUNG HABIB BA’ALWI BISA DISEBUT JAHIL MURAKKAB FAL MURAKKAB TSUMMAL MURAKKAB

KENAPA SANTRI PENDUKUNG HABIB BA’ALWI BISA DISEBUT JAHIL MURAKKAB FAL MURAKKAB TSUMMAL MURAKKAB

Dalam diskursus nasab Ba’alwi masih ada santri bahkan kiai yang masih mendukung nasab Ba’alwi padahal mereka tidak faham sedang mendukung apa dan siapa. Sedang merendahkan apa dan siapa. Fenomena santri-santri kibin dari Sarang Rembang yang membuat video-video pembelaan itu, menunjukan…

Alun 18 Feb 2026 289 16 menit baca
Falsifikasi Historis terhadap Silsilah Ba’alwi:Analisis Epistemologis atas Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Falsifikasi Historis terhadap Silsilah Ba’alwi:Analisis Epistemologis atas Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekokohan metodologis tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani mengenai pembatalan nasab klan Ba’alwi dari perspektif epistemologi sejarah dan teori falsifikasi Karl Popper. Polemik ini muncul sebagai disrupsi besar terhadap otoritas keagamaan…

Alun 17 Feb 2026 148 49 menit baca