Kamis, 9 Juli 2026

BANTAH RIZIQ SYIHAB, DR. K.H. ABBAS BILI YAHSYI: HABIB BA’ALWI BUKAN PENYEBAR ISLAM DI INDONESIA

Image

Pernyataan tegas disampaikan Pengasuh pesantren Nadwatul Ummah Buntet Cirebon, DR. K.H. Abbas Bili Yahsyi tentang klaim Riziq Syihab bahwa para habib adalah penyebar Islam di Indonesia. Menurut Abbas, Klan Habib Ba’alwi telah membelokan sejarah penyebar Islam di Indonesia. Menurutnya, Klan Habib Ba’alwi sengaja menulis banyak buku tentang bahwa penyebar Islam di Indonesia adalah Klan Ba’alwi terutama dengan membelokan silsilah nasab Walisongo disebut berasal dari Klan Ba’alw padahal Walisongo bukan berasal dari Klan Habib Ba’alwi.

“Klan Ba’alwi mengklaim bahwa para penyebar Ilsam di Indonesia yang pertama adalah mereka. Mereka banyak menulis buku tentang sejarah Indonesia lalu menyisipkan bahwa masuknya Islam di Indonesia adalah karena mereka dan penyebarannya karena kontribusi mereka. Mereka juga menyisipkan bahwa kebanyakan para sultan dan ulama masa lalu di Indonesia nasabnya tersambung kepada Abdul malik bin Muhammad Sahib Mirbat Ba’alwi, lalu mereka menyatakan bahwa ulama itu lalu tidak mempunyai keturunan”, tegas Abbas Bili dalam presentasi ilmiyahnya di Nadwah ke-1 Majma’ Fuqoha Jawa yang diselenggarakan 31 januari 2026 di Pesantren Al-Mubarak al-Arba’in Demak.

Abbas Bili juga mencurigai bahwa tujuan penulisan buku-buku tersebut adalah untuk mencuri sejarah peran Bangsa Indonesia sendiri untuk dibelokan kepada Klan habib Ba’alwi.

“Kita harus curiga bahwa niat mereka dalam menulis buku-buku ini adalah untuk mencuri sejarah leluhur kita dan mengaitkannya dengan sejarah mereka sendiri, sehingga kejayaan hari ini hanya akan menjadi milik mereka. Oleh karena itu, orang Indonesia harus sangat waspada dalam mengutip dari buku-buku tersebut, atau bahkan membacanya. Mereka adalah orang-orang yang tidak tahu malu. Mereka menulis sejarah orang lain dan memasukkan cerita seolah-olah mereka memiliki andil, bagian, atau peran-penting di dalamnya. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: “Mereka suka dipuji atas apa yang tidak mereka lakukan,” dan Dia juga berfirman: “Celakalah setiap orang berdosa yang berdusta”, lanjut Abbas Bili.

Abbas Bili mencontohkan buku-buku yang ditulis oleh Klan Ba’alwi yang di dalamnya terdapat klaim-klaim yang dimaksud di antaranya: Yang pertama adalah buku “Shaltanah Banten al-Islamiyah Bi Jazirati Jawah min jihhat al-Garbiyyah” karya Ahmad ibn Abdullah al-Saqqaf Ba’Alawi (wafat 1369 H/1950 M). Di dalamnya, ia mengklaim bahwa Sharif Hidayatullah adalah keturunan Abd al-Malik ibn Alawi ibn Muhammad, penguasa Mirbat. Menurut Abbas Bili, Ini adalah kebohongan terang-terangan tanpa dasar fakta. Pasalnya, masih menurut Abbas, pada tahun 1913, Profesor Hussain Jayadingrat menulis dalam bukunya “Tinjauan Kritis Sejarah Banten” enam silsilah berbeda dari Syarif Hidayatullah, semuanya terhubung dengan Musa al-Kazim, tetapi ia tidak menyebutkan bahwa ia adalah keturunan Abdul Malik.

Menurut Abbas, Ahmad al-Saqqaf juga menulis bahwa Imam Bonjol (wafat 1864) adalah Habib Muhammad Shihab, yaitu dari keluarga Ba’Alawi. Menurut Abbas, Ini juga merupakan kebohongan terang-terangan. Menurut Abbas Bili, sejarawan dari Sumatera Barat, Samdani, telah menyatakan bahwa klaim itu tanpa sumber. Imam Bonjol adalah Muhammad Shihab ibn Bayanuddin, bukan dari keluarga Ba’Alawi. Shihab adalah nama pribadi, bukan nama keluarga.

Yang kedua adalah buku “Al-Madkhal ila Tarikh al-Islam fi al-Syarq al-Aqsha karya Alwi bin Tahir al-Hadda (wafat 1382 H/1963 M). Yang ketiga adalah buku uqud al-Al-mas, juga karya Alawi bin Tahir al-Haddad. Yang keempat adalah buku”Taj al-A’ras” karya Ali bin Husayn al-Attas (wafat 1396 H/1976 M). Yang kelima adalah buku “Imam al-Muhajir” karya Muhammad Diya Shihab dan Abdullah bin Nuh (wafat 1987 M). Yang keenam adalah “Al-Islam fi Indonesia, juga karya mereka berdua. Yang ketujuh adalah “Raudlat al-Wildan” karya Salim bin Jandan (wafat 1969 M). Yang kedelapan adalah “Al-khulasat al-Wafiyat”, juga karya Salim bin Jindan. Yang kesembilan adalah catatan pinggir pada buku Syams al-Dzahirat” karya Abd al-Rahman al-Mashhur, oleh Muhammad Diya Shihab. Yang kesepuluh adalah buku ”Rihlat Jawa al-jamilat” karya Salih bin Ali al-Hamid Ba’alawi (wafat 1967 M).

Ini adalah buku-buku Ba’alawi, menurut Abbas Bili, yang mengklaim bahwa masuknya Islam ke Indonesia disebabkan oleh Klan Ba’alwi. Menurut Abbas Bili, Klaim mereka bahwa Islam masuk ke Indonesia karena mereka adalah kebohongan dan merupakan pencurian sejarah. Islam masuk ke Indonesia, khususnya Nusantara, sejak abad pertama Hijriah dan menyebar luas pada abad kedelapan Hijriah, sebagaimana disebutkan oleh Ibn Battuta (wafat 779 Hijriah) dalam bukunya, “tuhfat al-Nadzar,” di mana ia menyatakan bahwa Sultan al-Malik al-Zahir dan rakyatnya mengikuti mazhab Syafi’i. Islam masuk ke Indonesia, menurut Abbas Bili, jauh sebelum kedatangan Ibn Battuta. sementara, kaum Ba’Alawi datang ke Indonesia pada abad ketiga belas Hijriah. Pada saat mereka tiba, sebagian besar penduduk telah memeluk Islam lebih dari lima ratus tahun sebelumnya.

Artikel terkait...

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Setelah sekian lama tenggelam dalam kesunyian, Rumail kembali melangkah ke pelataran wacana. Kali ini, ia membawa narasi baru tentang misteri Y-DNA. Darinya, berembus dua kabar yang kontras: satu kabar baik yang membawa secercah cahaya; kedua kabar buruk yang menyisakan kegetiran.…

Alun 6 Jul 2026 137 9 menit baca
Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Faizal Assegaf Ba’alwi Menghina NU dan Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari Pernyataan-pernyataan penghinaan Faizal Assegaf terhadap Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari mulanya berasal dari rekaman video panjang yang disiarkan oleh Faizal Assegaf melalui kanal YouTube pribadinya “Faizal Assegaf Official”. Namun video tersebut…

Alun 29 Jun 2026 228 37 menit baca
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Anak gembong PKI D.N. Aidit, Ilham Aidit menegaskan bahwa ayahnya adalah keturunan yaman. Penegasan itu sebagaimana direportase oleh Republika.co: “Terkait hal ini, Republika.co.id sempat berbincang dengan putra DN Aidit, Ilham Aidit. Dia mengaku, Aidit yang mereka sandang adalah nama marga.…

Alun 24 Jun 2026 146 16 menit baca