



PEMALANG — Lapangan Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dipadati puluhan ribu jemaah pada Selasa (28/7/2026). Massa membludak untuk menghadiri acara pengajian dan tablig akbar yang diselenggarakan oleh ormas Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI-LS).
Acara ini menghadirkan penceramah dari berbagai daerah seperti Banten, Jakarta, Cirebon, hingga Surabaya. Puncak acara diisi oleh penceramah utama, Rhoma Irama, yang hadir mengenakan pakaian serba putih dipadu sorban dan peci hitam.
Kedatangan Rhoma Irama disambut meriah oleh ribuan jamaah. Selain dikenal luas sebagai “Raja Dangdut”, Rhoma Irama dalam beberapa waktu terakhir juga aktif menyuarakan pandangannya terkait isu nasab dan sejarah Islam Nusantara. Dalam tausiahnya di hadapan jemaah, ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah serta meluruskan sejarah yang dinilainya mengalami penyimpangan.
”PWI-LS adalah salah satu organisasi yang secara konsisten dan serius mencegah gerakan yang berpotensi menyesatkan umat dengan praktik-praktik khurafat. Segala bentuk ajaran yang mengarah pada penyimpangan akidah atau mendoakan selain Allah SWT—seperti pengkultusan figur secara berlebihan—adalah hal yang harus kita waspadai bersama,” ujar Rhoma di hadapan puluhan ribu jemaah yang hadir.
Rhoma juga kerap mengulas topik-topik seputar kajian nasab Ba’alwi dan sejarah Islam di tanah air melalui platform digitalnya. Dalam berbagai kesempatan, ia sering berdiskusi dengan sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani, Gus Abbas Buntet, Prof. Menachem Ali, hingga Dr. Sugeng Sugiharto.
Acara tablig akbar ini berlangsung tertib dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pimpinan PWI-LS, tokoh masyarakat, serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan kelancaran jalan acara.



