Minggu, 25 Oktober 2026

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Image

YAMAN — Akademisi asal Yaman, Dr. Nadine Al-Mewari, menyoroti perbedaan signifikan antara narasi silsilah tradisional dengan realitas temuan tes DNA mengenai klan Ba’alawi di Hadhramaut.

Melalui pernyataan tertulis di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Dr. Nadine memaparkan dua poin utama yang membandingkan klaim historis dengan data sains genetik modern:

  1. Klaim Silsilah Ba’alwi

Dr. Nadine menjelaskan bahwa klan Ba’alawi di Hadhramaut secara tradisional mengidentifikasi diri mereka sebagai keturunan Al-Husayn bin Ali bin Abi Talib. Secara silsilah, klaim garis keturunan ini seharusnya menempatkan diri mereka sebagai bagian dari suku Quraisy dan keturunan Adnani.

Dalam perspektif genetika populasi, klaim keturunan patrilineal dari suku Quraisy/Adnani seharusnya menempatkan garis keturunan pria mereka pada Haplogroup J1. Haplogroup J1 merupakan marker genetik Kromosom Y yang paling dominan ditemukan pada suku-suku Arab Adnani dan klan Quraisy.

  1. Realitas Genetik Berdasarkan Tes DNA

Namun, Dr. Nadine mengungkapkan bahwa temuan lapangan melalui berbagai tes genetik yang dilakukan dalam proyek-proyek silsilah kromosom Y beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil yang berbeda.

Data menunjukkan bahwa mayoritas sampel dari klan Baalwi Hadhramaut yang telah diuji justru masuk ke dalam Haplogroup G.

Dr. Nadine menegaskan bahwa Haplogroup G bukanlah penanda genetik untuk keturunan suku Adnani maupun Quraisy. Secara ilmiah, Haplogroup G memiliki keterkaitan erat dengan asal-usul populasi di wilayah Kaukasus dan Anatolia, yang di masa lampau mengalami migrasi ke berbagai belahan wilayah lain.

Ulasan Dr. Nadine Al-Mewari ini menambah panjang deretan diskusi ilmiah berbasis data sains genetika modern terkait kesesuaian antara catatan silsilah tradisional dengan jejak DNA Kromosom Y pada populasi di Timur Tengah.

Sumber akun X Dr. Nadine Al Mewari

Artikel terkait...

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Salah satu karya klasik dalam ilmu nasab yang menjadi sandaran utama para peneliti nasab adalah kitab Muntaqalah al-Thalibiyah karya emas dari Ibrahim Ibnu Thaba’thaba (hidup 479 H.). Kitab ini memiliki keunikan dalam merumuskan metode verifikasi silsilah berbasis geografi. Thabathaba membuat…

Alun 22 Okt 2026 202 10 menit baca
Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) pra dan pasca muktamar ke-35 di Jombang menunjukkan dikotomi yang semakin jelas antara jalur Struktural (jam’iyyah) dan jalur Kultural (jama’ah). Marak respon ketidakpuasan sebagian warga Nahdliyin terhadap terpilihnya K.H. Miftahul Akhyar…

Alun 17 Okt 2026 186 5 menit baca
الرياسة في المنظمة بطريق الرشوة تفضي إلى الهوان وعدم البركة للجمعية والجماعة

الرياسة في المنظمة بطريق الرشوة تفضي إلى الهوان وعدم البركة للجمعية والجماعة

عماد الدين عثمان البنتني إن تولي المسؤوليات ورياسة المنظمة الدينية والاجتماعية أمانة عظمى ومسؤولية جسيمة في المنظور الشرعي والإداري. غير أن الوصول إلى هذه المناصب بالطرق الملتوية، وعلى رأسها الرشوة، يشكل انحرافا خطيرا عن الجادة واستخفافا بمقاصد المنظمة. فالرشوة ليست…

Alun 12 Okt 2026 102 3 menit baca