Pernyataan menohok dilontarkan oleh Pangeran Abdul Nasher terkait silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW. Melalui akun X (sebelumnya Twitter) miliknya yang diunggah pada 10 Oktober 2022, ia secara tegas menolak mengakui Ali al-Jufri Ba’alwi sebagai bagian dari Ahlul Bait (keturunan Nabi).
Perselisihan ini dipicu oleh beredarnya sebuah video Ali al-Jufri yang mengklaim bahwa tata cara pemakaian sorbannya merupakan ijazah yang diwariskan secara turun-temurun dalam kaum Ba’alwi, berlanjut dari ayah ke anak hingga menyambung langsung ke Rasulullah SAW.
Guna mempertegas penolakannya, Pangeran Abdul Nasher menantang Habib Ali al-Jufri untuk membuktikan silsilahnya melalui uji medis secara ilmiah.
Teks Pernyataan Pangeran Abdul Nasher:
إحملوا عني هذه التغريدة إلى علي الجفري أنا الأمير عبدالناصر بن حماد بن احمد بن علي بن قاسم بن احمد بن الحسن بن الهيثمي بن عامر بن عبدالوهاب الطاهري حفيد سلطان العواذل أنكر نسب علي الجفري لآل البيت وإذا ثبت نسبه بعد التحليل أتحمل أي إجراء قانوني DNA
والسلام على من اتبع الهدى
“Sampaikan cuitan saya ini kepada Ali al-Jufri: Saya Pangeran Abdul Nasher bin Hammad bin Ahmad bin Ali bin Qasim bin Ahmad bin Al-Hasan bin Al-Haitami bin Amir bin Abdulwahhab al-Tahiri, cucu Sultan al-Awadzil, mengingkari nasab Ali al-Jufri sebagai keturunan Ahlul Bait Nabi. Jika nasabnya terbukti terverifikasi setelah tes DNA, saya siap menanggung konsekuensi hukum apa pun. Dan keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk.”
Pangeran Abdul Nasher bahkan menggaransi tawarannya dengan kesiapan menghadapi proses hukum jika tes DNA tersebut membuktikan bahwa Ali al-Jufri memang benar seorang sadah (keturunan Nabi). Hingga kini, isu validasi nasab melalui metode DNA terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.



