Senin, 20 Juli 2026

Rumail Abbas: Setelah Terbukti Sanad Palsu

Image

Gus Rumail dalam tulisannya yang berjudul “Syarif, Alawi, dan al-Hasani-al-Husaini: Benarkah memiliki Makna Genealogi?” menjadikan sebuah “sanad hadits” sebagai hujjah bahwa sosok Abdullah adalah sosok historis.

Perhatikan sanad Gus Rumail berikut ini:

حدثنا الحسن بن محمد العلال قال حدثنا جدي ابو الحسن علي بن محمد بن احمد بن عيسى العلال العلوى بالبصرة قال حدثنا عمي عبد الله بن احمد الابح بن عيسى العلوي نزيل اليمن قال حدثنا الحسين بن محمد بن عبيد بن العسكري ببغداد قال أنبأنا ابو جعفر محمد بن الحسبن الدقاق قال انبأنا القاسم بن بشر قال انبأنا الوليد بن مسلم قال حدثنا الاوزعي قال حدثني عبد الرحمن بن القاسم وحدثني القاسم بن محمد عن عائشة

Sanad itu terbukti palsu karena hanya merupakan sanad tiruan dari sanad asli yang terdapat dalam kitab Tarikh Bagdad (keterangan lengkap lihat tulisan penulis sebelumnya: Membongkar Manuskrip Sanad Wayang Gus Rumail).

Lalu Gus Rumail menjawab:
“Ditambah, rijal-hadits hadits yang saya temukan itu disahihkan (bahkan disebut mutawatir) oleh Musnid al-Dunya Syaikh Yasin al-Fadani dan beberapa ulama hadits kontemporer, seperti Syaikh Usamah al-Azhari (supervisor penelitian saya)”.

Sekarang pembaca telah melihat sanadnya di atas, dan telah membaca jawabannya di bawah. Katanya sanad yang menyebut nama Abdullah bin Ahmad bin Isa itu telah di sahihkan oleh Syaikh Yasin al-Fadani.

Untuk menguji kejujuran Gus Rumail, penulis menantang dia untuk menyebutkan kitab apa yang menyebutkan bahwa Syekh Yasin al-Fadani men-sahihkan sanad hadits yang menyebut Abdullah “bin Ahmad bin Isa” itu: Juz berapa?, halaman berapa?

Jika ia tidak berdusta, maka ia akan menyebutkan kitabnya, juz berapa, halaman berapa? Jika menjawab muter-muter lagi, maka pembaca bisa menilai sendiri.

Prediksi penulis, ia akan berkelit begini, “Lihat judul tulisan saya, saya hanya berbicara tentang sanad yang saya bahas bersama santri gunung….bukan sanad yang dimaksud Kiai asal Banten itu”, kira kira demikianlah ia akan berkelit.

Kita lihat saja. Apakah ia mengakui sanad di atas palsu atau tidak. Kenapa ia berani menyuguhkan sanad palsu semacam sanad di atas tersebut. Kitab apa yang menyebut, juz berapa, halaman berapa. jangan berkelit lagi, jangan muter-muter lagi. Tulis ulang sanad di atas, kemudian terangkan pengambilannya dari mana. Katanya Syeikh Yasin al-Fadani telah menyebut, silahkan tampilkan dalam kitab apa, ibarohnya mana?

Ini sudah serius. Zaman dahulu, ketika antar satu madzhab dan madzhab lain saling berkompetisi tidak sehat, hal-hal manipulatif pun dilakukan seperti memalsukan hadits.

Begitu pula antara satu daerah dengan daerah lain, keduanya membuat hadits palsu sebagai legitimasi bahwa daerahnya lebih baik dari daerah lainnya. Hari ini terulang, tetapi, bukan untuk madzhab atau daerah, ia hanya untuk nasab.

Wajib bagi siapapun membongkar nasab palsu apalagi sanad hadits palsu. Para al-Muhadditsun (para pakar hadits) ketika menemukan sebuah nama perawi yang dinilai ahistoris, mereka akan mengatakan “majhul al-ain” (perawi ini tidak dikenal sosoknya; ia fiktif).

Perkataan para pakar hadits semacam itu bukan fitnah terhadap perawi itu, tetapi untuk mengatakan kepada umat, bahwa hadits itu tidak dapat diterima sebagai hujjah dan dalil, karena di dalam susunan nama-nama perawinya, ada seorang yang dianggap fiktif, yaitu seseorang yang sama sekali tidak disebutkan dalam referensi manapun sebagai sosok historis.

Terakhir, sampai saat ini, RA, Gus Rumail, atau siapapun, belum ada yang mampu menjawab 12 pertanyaan pokok terputusnya nasab Ba’alwi, itu menunjukan suatu kesimpulan yang sangat jelas dan terang benderang, bahwa Ba’alwi ini bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw.

Artikel terkait...

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Setelah sekian lama tenggelam dalam kesunyian, Rumail kembali melangkah ke pelataran wacana. Kali ini, ia membawa narasi baru tentang misteri Y-DNA. Darinya, berembus dua kabar yang kontras: satu kabar baik yang membawa secercah cahaya; kedua kabar buruk yang menyisakan kegetiran.…

Alun 6 Jul 2026 285 9 menit baca
Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Faizal Assegaf Ba’alwi Menghina NU dan Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari Pernyataan-pernyataan penghinaan Faizal Assegaf terhadap Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari mulanya berasal dari rekaman video panjang yang disiarkan oleh Faizal Assegaf melalui kanal YouTube pribadinya “Faizal Assegaf Official”. Namun video tersebut…

Alun 29 Jun 2026 308 37 menit baca
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Anak gembong PKI D.N. Aidit, Ilham Aidit menegaskan bahwa ayahnya adalah keturunan yaman. Penegasan itu sebagaimana direportase oleh Republika.co: “Terkait hal ini, Republika.co.id sempat berbincang dengan putra DN Aidit, Ilham Aidit. Dia mengaku, Aidit yang mereka sandang adalah nama marga.…

Alun 24 Jun 2026 209 16 menit baca