
Tangerang-Upacara 17 Agustus tahun 2026 di Pondok pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum Cempaka Kresek Tangerang Banten berlangsung khidmat.
Upacara diikuti oleh seluruh para santri dan dewan guru Masrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah serta santri takhassus. Bertindak sebagai inspketur upacara pengasuh Pondok K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani. Dengan menggunakan busana adat Kerajaan Sumedang Larang, Kiai Imad tampil berwibawa.
Komandan upacara dipimpin oleh Taufik yang berbusana peci, baju putih lengan panjang dan celana hitam yang diikat kain sarung.
Dalam amanahnya Kiai Imad mengangkat tema tentang kemerdekaan spiritual seorang muslim. Ia menyoroti oknum pengaku nasab Nabi yang tidak terbukti dari kaum Baalwi yang membodohi umat Islam untuk memuliakannya.
“…rasa hormat tersebut berubah menjadi penghormatan buta yang menjajah ketika umat kehilangan daya kritisnya. Kita melihat ada oknum yang mengaku bernasab mulia, tetapi perilakunya justru bertentangan secara diametral dengan akhlak Rasulullah SAW. Mereka bertindak jahat kepada sesama manusia, mengabaikan kemuliaan umat, memeras harta masyarakat dengan menjual dalil-dalil agama, memanipulasi kepatuhan umat demi keuntungan materi, bahkan menjanjikan jaminan surga secara instan.”


