
Tambakberas Jombang — Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani (Kiai Imad) menerima sebuah manuskrip mushaf Al-Qur’an langka peninggalan era Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman) yang dititipkan oleh Gus Hakam dari keluarga Tambakberars Jombang.

Penyerahan mushaf kuno tersebut menjadi momen berharga bagi penyelamatkan benda bersejarah umat Islam. Mushaf yang diperkirakan dicetak pada akhir abad ke-19 ini memiliki keunikan pada bagian halaman depan (illuminasi), yang memuat stempel resmi serta keterangan izin cetak dari lembaga sensor dan birokrasi penerbitan Kekaisaran Utsmaniyah.
Dalam lembaran halaman penutup mushaf tersebut, tertera keterangan beraksara Arab dengan gaya bahasa Turki Utsmani beserta angka tahun 1312 Hijriah (sekitar tahun 1894–1895 Masehi), yaitu pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. Keterangan tersebut mencatat bahwa penerbitan kitab telah melalui pemeriksaan (taftīsy) dan pengesahan resmi atas titah kerajaan.
Selain keaslian dari era Utsmaniyah.

Di halaman depan mushaf ini dihiasi dengan kutipan Surah Al-Waqi’ah ayat 79–80: “Lā yamassuhū illāl-muṭahharūn, tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn”, yang menegaskan kesucian Al-Qur’an. Di bawahnya, tertera penegasan berwarna merah bahwa penulisan mushaf ini telah sesuai dengan Rasm Utsmani (Hażāl-qur’ānu muwāfiqun fir-rasmi li-muṣḥafi sayyidinā ‘Uṡmān). Keterangan penerbitan juga mencatat bahwa percetakan mushaf tersebut diusahakan dan ditanggung di Mesir oleh percetakan legendaris Syekh Mustafa Al-Babi Al-Halabi beserta putra-putranya (Bu def’a basmasını mültezimi Mısır’da eş-Şeyh Mustafa el-Bâbî el-Halabî ve oğulları).

Gus Hakam Tambakberas mempercayakan koleksi kuno ini kepada Kiai Imad untuk dijaga serta dipelajari lebih lanjut, mengingat nilai historis dan filologisnya yang sangat tinggi. Mushaf ini tidak hanya menjadi bukti tradisi penyebaran dan pencetakan Al-Qur’an di era Ottoman, tetapi juga memperlihatkan kuatnya jaringan keilmuan serta hubungan sejarah antara Nusantara dan pusat peradaban Islam di Timur Tengah pada masa itu.
Penyerahan itu dilakukan di kediaman Gus Hakam pada momen acara Istigosah PWI-LS untuk mendoakan agar muktamar NU ke-35 berjalan lancar pada hari Jumat (28/08/2026). Selain menyerahkan mushaf kuno teresebut Gus Hakam juga menyerahkan beberapa kitab kuno lainnya. Kiai Imad menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas amanah yang diberikan oleh Gus Hakam. Mushaf kitab kuno lainnya ini rencananya akan dirawat secara khusus agar kelestarian fisik maupun nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat terus dipelajari oleh generasi mendatang.



