Sabtu, 12 September 2026

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Image

Tambakberas Jombang — Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani (Kiai Imad) menerima sebuah manuskrip mushaf Al-Qur’an langka peninggalan era Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman) yang dititipkan oleh Gus Hakam dari keluarga Tambakberars Jombang.

​Penyerahan mushaf kuno tersebut menjadi momen berharga bagi penyelamatkan benda bersejarah umat Islam. Mushaf yang diperkirakan dicetak pada akhir abad ke-19 ini memiliki keunikan pada bagian halaman depan (illuminasi), yang memuat stempel resmi serta keterangan izin cetak dari lembaga sensor dan birokrasi penerbitan Kekaisaran Utsmaniyah.
​Dalam lembaran halaman penutup mushaf tersebut, tertera keterangan beraksara Arab dengan gaya bahasa Turki Utsmani beserta angka tahun 1312 Hijriah (sekitar tahun 1894–1895 Masehi), yaitu pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. Keterangan tersebut mencatat bahwa penerbitan kitab telah melalui pemeriksaan (taftīsy) dan pengesahan resmi atas titah kerajaan.
​Selain keaslian dari era Utsmaniyah.

Di halaman depan mushaf ini dihiasi dengan kutipan Surah Al-Waqi’ah ayat 79–80: “Lā yamassuhū illāl-muṭahharūn, tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn”, yang menegaskan kesucian Al-Qur’an. Di bawahnya, tertera penegasan berwarna merah bahwa penulisan mushaf ini telah sesuai dengan Rasm Utsmani (Hażāl-qur’ānu muwāfiqun fir-rasmi li-muṣḥafi sayyidinā ‘Uṡmān). Keterangan penerbitan juga mencatat bahwa percetakan mushaf tersebut diusahakan dan ditanggung di Mesir oleh percetakan legendaris Syekh Mustafa Al-Babi Al-Halabi beserta putra-putranya (Bu def’a basmasını mültezimi Mısır’da eş-Şeyh Mustafa el-Bâbî el-Halabî ve oğulları).

​Gus Hakam Tambakberas mempercayakan koleksi kuno ini kepada Kiai Imad untuk dijaga serta dipelajari lebih lanjut, mengingat nilai historis dan filologisnya yang sangat tinggi. Mushaf ini tidak hanya menjadi bukti tradisi penyebaran dan pencetakan Al-Qur’an di era Ottoman, tetapi juga memperlihatkan kuatnya jaringan keilmuan serta hubungan sejarah antara Nusantara dan pusat peradaban Islam di Timur Tengah pada masa itu.

Penyerahan itu dilakukan di kediaman Gus Hakam pada momen acara Istigosah PWI-LS untuk mendoakan agar muktamar NU ke-35 berjalan lancar pada hari Jumat (28/08/2026). Selain menyerahkan mushaf kuno teresebut Gus Hakam juga menyerahkan beberapa kitab kuno lainnya. ​Kiai Imad menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas amanah yang diberikan oleh Gus Hakam. Mushaf kitab kuno lainnya ini rencananya akan dirawat secara khusus agar kelestarian fisik maupun nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat terus dipelajari oleh generasi mendatang.

Artikel terkait...

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba’alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban tersebut melalui bukti literatur. Menariknya, argumentasi pembatalan ini tidak dibangun menggunakan kritik dari pihak luar, melainkan digali langsung dari kitab-kitab…

Alun 11 Sep 2026 25 3 menit baca
Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Nama Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. belakangan ini kerap menghiasi lini masa media sosial dan forum diskusi publik di Indonesia. Sosok ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini mendadak viral setelah pemaparan ilmiahnya yang lugas mengenai analisis…

Alun 10 Sep 2026 35 3 menit baca
Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

YAMAN — Akademisi asal Yaman, Dr. Nadine Al-Mewari, menyoroti perbedaan signifikan antara narasi silsilah tradisional dengan realitas temuan tes DNA mengenai klan Ba’alawi di Hadhramaut. Melalui pernyataan tertulis di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Dr. Nadine memaparkan dua poin…

Alun 10 Sep 2026 35 2 menit baca