DNA adalah akronim (singkatan) dari DeoxyriboNucleic Acid atau asam deoksiribonukleat. DNA memiliki kemampuan untuk mereplikasi dirinya sendiri sehingga dapat menurunkan informasi genetik secara turun temurun.
DNA dimiliki oleh seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Ada beberapa hewan dan tumbuhan yang memiliki kemiripan DNA dengan manusia, seperti simpanse yang memiliki kemiripan 98% dengan DNA manusia; tikus memiliki 80% kemiripan DNA dengan manusia, oleh karena itu pengujian obat-obatan biasanya menggunakan media tikus.
DNA pada manusia bisa diibaratkan sebagai kode genetik yang menjamin bahwa sel anak akan mewarisi karakteristik yang sama dari sel induknya. Ilmuwan mendapat kesimpulan semua manusia yang hidup bisa melacak nenek moyangnya.
Menurut Dr. dr. H. Jaya M. Munawar Al Badri, SpKJ, MKes, MARS., Genomik DNA anak identik dengan ayah, datuk dan leluhurnya sebagai bukti otentik yang sah. Beribu-ribu tahun bahkan ratusan ribu tahun dapat dilacak identifikasi kesesuaiannya antar individu dan jalur silsilahnya. (Al-Badri 2023). Demikian pula menurut dua pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Doktor Sugeng Sugiharto dan Doktor Ari Keim.
Jalur lurus ayah sampai Nabi Adam dikenal dengan istilah Y-DNA. Sedangkan jalur ibu lurus sampai Siti Hawa disebut dengan DNA Mitokondria. Hari ini, DNA jalur lurus ayah sudah dapat dipetakan dari berbagai jalur kromosom tunggal yang berkelompok-kelompok. Kelompok-kelompok itu disebut Haplogroup. Haplogrup mayoritas orang Indonesia sama dengan haplogrup orang Jepang, China dan Korea, karena kakek mereka secara paternal (lurus garis laki) dari satu laki-laki yang sama di masa lalu.
Haplogrup orang Indonesia, Jepang, China dan Korea itu berkode O. Kode O ini, adalah keturunan dari kode K, sedangkan kode K adalah keturunan kode IJK. Kode IJK, selain mempunyai keturunan kode K, juga mempunyai keturunan kode IJ yang kemudian menurunkan kode J1. Kode J1 ini adalah haplogrupnya Nabi Ibrahim AS dan keturunannya. Jadi keturunan Nabi Ibrahim dan orang Indonesia dan Jepang adalah sepupu kedua, sama-sama keturunan IJK.
Haplogrup O dan J1 sampai hari ini belum bermutasi. Jadi orang yang hari ini mengaku jalur garis lurus laki-laki dari raja-raja besar di Nusantara, harus mempunyai kode genetik dengan haplogrup O. Sedangkan ia yang mengaku keturunan garis lurus dari Nabi Ibrahim AS harus mempunyai kode haplogrup J1. Termasuk di dalam keturunan Nabi Ibrahim AS adalah keturunan Nabi Muhammad SAW ia harus mempunyai haplogrup J1. Walaupun Nabi Muhammad SAW tidak mempunyai anak laki-laki, tetapi haplogrupnya dapat diketahui, karena Sayyidina Ali, menantu beliau, adalah satu kakek dengan beliau.
Lalu apakah klan Ba’alwi yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW itu sudah tes DNA? Kalau sudah tes DNA, lalu haplogrup-nya apa?
Alhamdulillah, klan Ba’alwi sudah banyak yang melakukan tes DNA, menurut Doktor Sugeng, sudah sekitar 180 orang. Berdasarkan sampel-sampel hasil test DNA mereka yang dapat diunduh di situs FamilyTree dan berbagai situs lainnya, hasilnya, haplogrup mereka adalah G, bukan J1. Dari situ mustahil dapat dikatakan, mereka sebagai keturunan garis lurus laki-laki dari Nabi Muhammad SAW dan Sayyidina Ali, karena keduanya ber-haplogrup J1.
Kita bisa ambil beberapa contoh keluarga Ba’alwi yang telah melakukan tes DNA, misalnya:
- Seorang bapak dari Al-Habsyi yang yang tes DNA dengan nomor KIT: IN89146, ia tinggal di Saudi Arabia, hasilnya dia ber-haplogrup G-M201, gagal.
- Contoh lain, seorang bapak dari Bin Syekh Abubakar, ia tes DNA dengan nomor KIT: M9523, ia tinggal di Indonesia, hasilnya haplogrup-nya G-M201, gagal juga.
- Contoh lain seorang bapak dari Assegaf, dia tes DNA dengan nomor KIT: 88697, ia tinggal di Yaman, hasilnya haplogrup-nya G-M201, gagal lagi.
- Contoh lain, seorang bapak bernama Omar, dia tes DNA dengan nomor KIT: IN76599 , ia tinggal di Yaman, hasilnya, haplogrup-nya G-M201, gagal maning.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh hasil tes DNA dari klan Ba’alwi yang dapat kita unduh dari berbagai macam situs penyedia jasa tes DNA. Hasilnya mayoritas mereka ber-haplogrup G-M201. Lalu apa arti haplogrup G-M201?
Haplogrup G adalah haplogrup paling sering ditemukan di antara berbagai kelompok etnis di Kaukasus. Wilayah kaukasus, dulu adalah bekas kerajaan Yahudi Khazar yang hancur lebur dibumihanguskan dinasti Rusia. Lalu mereka menyebar ke berbagai belahan dunia pada abad ke-11 masehi. Waktu itu, kerajaan Khazar meliputi Kazakstan, Dagestan, Tajikistan, Azerbaijan, Georgia dll.
Yahudi Khazar sebenarnya bukan gen yahudi, mereka adalah orang non Yahudi yang kemudian masuk agama Yahudi dan mengidentifikasi diri sebagai orang Yahudi. Yahudi asli adalah keturunan Nabi Ibrahim yang ber-haplogrup sama dengan suku Quraisy yaitu J1.
Di Eropa, Yahudi Khazar kemudian berkawin-mengawin dengan Yahudi Askhenazi. Yahudi Askhenazi sekarang yang 90% menguasai Israel, banyak dari mereka memiliki gen Khazar dari jalur ibu. Selain di kaukasus, G juga tersebar luas dengan frekuensi rendah di antara kelompok etnis India, Bangladesh, Maladewa, Pakistan, Bhutan, Nepal, Srilangka, Eropa, Turki, Iran dan Afrika Utara.

