Senin, 20 Juli 2026

MENGAKU “BUYA”, BELA BA’ALWI, TAKUT DITANTANG DISKUSI

Image

Seorang Kiai yang tinggal di Sumedang yang dikenal sebagai pendukung Anis Baswedan dan murid para Ba’alwi, Kiai Muhyiddin, dalam sebuah video yang beredar nampak berpidato berapi-api sambil sesekali memukulkan tongkatnya ke tiang bangunan sebuah makam. Dalam pidatonya, kiai tersebut menyatakan ia wajib membela Ba’alwi yang nasabnya penulis batalkan. Ia mengatakan:

“Buya wajib melaan, wajib melaan, kumaha cara buya melaanana, kieu kasararea terutama ka turunan Kangjeng Syarif Hidayatullah, lamun urang percaya, keruhun urang teh wali, keruhun urang teh ulama, kapercaya elmuna, kapercaya karomahna, kapercaya riwayatna, anu arenjanana mengakui yen Ba’alwi teh adalah keturunan Kangjeng Nabi Muhammad SAW, maka Buya ngajak kasararea, tong percaya kanu kakarak nengtet….” Ujarnya sambil berapi-api.

Anehnya, dalam usaha mempengaruhi jama’ahnya untuk percaya nasab para gurunya itu, ia tidak menyajikan sedikitpun dalil-dalil tentang sahihnya nasab Ba’alwi. malah ia hanya bertameng dengan para kiai-kiai Nusantara semacam ulama Banten, Syekh Nawawi al Bantani. Padahal sebagaimana kita ketahui, Syekh Nawawi al Bantani tidak sekalipun dalam kitabnya pernah mensahihkan nasab Ba’alwi.

Penulis penasaran dengan sosok kiai Sumedang yang selalu memanggil dirinya “buya” itu. Panggilan “buya”, bagi penulis yang tinggal di Banten, adalah panggilan masyarakat yang disematkan untuk kiai alim dan wara’ semacam Buya Muhtadi. Itupun bukan beliau yang memperkenalkan diri sebagai “buya”, masyarakatlah yang memanggil Buya Muhtadi sebagai “buya”.

Karena penasaran itulah penulis meminta kepada sahabat penulis yang sekaligus sekretaris penulis di RMI Banten, Kang Didin Syahbuddin, untuk menghubungi Kiai Muhyiddin tersebut untuk mengajaknya berdiskusi tentang nasab Ba’alwi yang terputus itu. Penulis ingin mengetahui: apa sih kira-kira dalil yang kiai itu punyai untuk mensahihkan nasab Ba’alwi.

Setelah dihubungi buya dengan tanda kutip itu menjawab melalui voice note dalam bahasa Sunda:

“…teu peryogi buyamah diskusi-diskusi teu peryogi, ari buyamah seratus persen percaya bahwa para habaib Ba Alwi eta duriah Rasul…” (“..tidak perlu buyamah diskusi-diskusi, tidak perlu, kalau buyamah percaya bahwa habaib Ba Alwi itu duriah Rasul…”)

Begitulah sepenggal jawaban kiai Sumedang itu ketika diajak diskusi. Dari situ, para mukibin Ba’alwi jangan terlalu berharap bahwa ketika ada orang mengaku sebagai “buya” membela nasab Ba’alwi, lalu dipercaya bahwa pebelaan itu berdasarkan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari ilmu tasawuf saja kita bisa menakar, orang-orang yang merasa alim, lalu menyebut dirinya dengan gelar-gelar keagamaan yang menunjukan pangkatnya lebih tinggi dari ulama lainnya, nilainya seperti apa. Penulis bukan dalam rangka merendahkan seseorang, tetapi agar masyarakat mengerti dan memahami, bahwa zaman ini, banyak para pendongeng yang mengaku sebagai ulama lalu menggunakan pengakuan itu untuk membodohi masyarakat. Dan perlu kiai itu ketahui, bahwa jama’ah nya dari Sumedang itu merupakan bagian dari saudara-saudara penulis sendiri, maka sudah seyogyanya penulis memiliki kepedulian terhadap pidatonya tersebut.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

Artikel terkait...

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Setelah sekian lama tenggelam dalam kesunyian, Rumail kembali melangkah ke pelataran wacana. Kali ini, ia membawa narasi baru tentang misteri Y-DNA. Darinya, berembus dua kabar yang kontras: satu kabar baik yang membawa secercah cahaya; kedua kabar buruk yang menyisakan kegetiran.…

Alun 6 Jul 2026 285 9 menit baca
Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Faizal Assegaf Ba’alwi Menghina NU dan Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari Pernyataan-pernyataan penghinaan Faizal Assegaf terhadap Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari mulanya berasal dari rekaman video panjang yang disiarkan oleh Faizal Assegaf melalui kanal YouTube pribadinya “Faizal Assegaf Official”. Namun video tersebut…

Alun 29 Jun 2026 308 37 menit baca
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Anak gembong PKI D.N. Aidit, Ilham Aidit menegaskan bahwa ayahnya adalah keturunan yaman. Penegasan itu sebagaimana direportase oleh Republika.co: “Terkait hal ini, Republika.co.id sempat berbincang dengan putra DN Aidit, Ilham Aidit. Dia mengaku, Aidit yang mereka sandang adalah nama marga.…

Alun 24 Jun 2026 209 16 menit baca