Kamis, 8 Oktober 2026

Mencari Kitab Suci ke Barat: Antara Integritas dan Solidaritas

Image

Sun Go Kong lahir di Gunung Hwakuo: Gunung Bunga-bunga dan Buah-buahan. Dari sebuah batu yang menerima saripati matahari dan bulan selama ribuan tahun. Ia tinggal bersama kawanan monyet kemudian dihormati setelah menemukan Gua Shuilien: Gua Tabir Air. Ia berkelana dengan rakit ke wilayah-wilayah keramat lalu menemui dan menjadi pengikut Bodhi, salah satu guru Budha. Ia mempelajari seni bertutur-kata dan budi pekerti.

Ia mendapat tugas mendampingi Biksu Tong Sam Cong untuk mencari kitab suci ke barat. Ia ditemani oleh siluman babi bernama Chu Pat Kai dan siluman air bernama Wu Ching. Ia mempunyai tongkat sakti yang bernama Ruyi Jingu Bang.

Gus Rumail mirip Sun Go Kong. Lahir di Dekat Gunung Genuk: Gunung Randu dan Pepaya. Ia berjalan mencari kitab sezaman ke Negeri Tihamah. Bedanya, Sun Go Kong berhasil mendapatkan kitab suci itu, Gus Rumail Nampaknya tidak. Tak ada rotan akarpun jadi: Tak mas bungkal diasah: Tak Kayu jenjang dikeping. Tidak ditemukan kitab sezaman tentang Ubaidillah, kitab sezaman lain bisa dibawa. Kitab sezaman dengan Ubaidillah namun tak ada nama Ubaidillah. Atau bisa saja kitab sezaman yang ada nama Ubaidillah, tetapi maksud sezamannya bukan sezaman Ubadillah, tapi sezaman dengan penulisnya, bisa abad 10,11 atau 15 hijriah.

Sun Go Kong memang cerdik. Senang sekali mengangkat tongkat sakti Ruyi Jingu Bang-nya. Ia menguasai ilmu berubah wujud. Ia mahir jurus Jindoyun (bersalto di atas awan). Namun kadang sinerginya berlebih. Untuk itu Biksu Tong memberinya sebuah bandana (cekak rambut) agar ia dapat terkontrol. Jika Sun Go Kong lepas control, maka kepalanya akan tersa sakit.

Walau tanpa terang-terangan, Gus Rumail telah memberikan PHP tentang kitab sezaman. Dengan memperlihatkan beberapa manuskrip dari jarak jauh kepada public, seakan pencariannya ke Barat berhasil. Renda-renda harapan tersulam bagi Ba’alwi dan pendukungnya. Asa yang masih berasap ditiup lagi. Kaum proletar berkaca-kaca. Kaum capital tersenyum, walau mereka faham. Penulis tidak tega menginsyafi-nya. Perasaan jangan dipermainkan. Kemarin penulis sematkan gelar “historian humanis”. Waktu itu jarak masih terlalu dekat. Persiapan adaptasi jiwa diperlukan. Namun, hari ini, berjalannya waktu telah berhasil memberi pelajaran untuk suatu keadaan. Itulah sunnatullah.

Jika semua benar-benar siap, mintalah secarik daluwang bertanda-tangan, kita duduk menghitung kepastian. Jika menyerah, berhentilah meniupkan angin surga. Ilmu pengetahuan mempunyai teori dan metodologi. Dari sana, siapapun yang memahaminya akan mengetahui muara dari algoritma induktif penelitiannya, walau belum ditelusuri sampai ujungnya. Apalagi pariwisata diskursus ini telah sedayung lagi ke ujung. Semua bintang dilangit telah menunjukan angin akan membawa layar ke mana. Tidaklah adil jika kesimpulan yang telah hadir di kepala lalu diterjemahkan dalam kalimat yang berbeda. Sebaik apapun tujuannya.

Apalagi, jika karena itu, Cu Pat Kay sampai berani membiaskan ilmu pasti menuju kera. Dan Wu Ching membawa-bawa sejarah Musailamah al-Kadzab. Pejamkanlah mata lalu beristighfar. Langkahkan qolbu menuju telaga kebenaran. Lalu, rasakanlah segarnya makrifat dalam keheningan.

Artikel terkait...

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي حذرنا ان لا أنساب بيننا يوم القيامة في الذكر الحكيم، وجعل صلة الأرحام عروة وثقى لا تنفصم ولا تريم، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، الموصولِ بنسب طاهر زكيّ عميم، وعلى آله وصحبه…

Admin 21 Sep 2026 709 28 menit baca
Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

(Menjawab Video Rumail Tentang Nasab Raja Yordan Sebagai Rekomendasi Y-DNA) Nasab Raja Yordania adalah salah satu nasab paling sahih sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW jalur paternal (laki-laki). Nama-nama dalam susunan silsilah nasabnya treverifikasi seluruh kitab nasab mulai abad ke-3 sampai…

Alun 14 Sep 2026 976 23 menit baca
Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Diskursus mengenai nasab dan syarat kafa’ah (kesetaraan/kesepadanan) dalam pernikahan belakangan ini kembali menghangat di tengah masyarakat. Salah satu dinamika yang memicu perhatian adalah peristiwa ketika seorang kiai merestui putrinya dipersunting oleh pria dari klan Ba’alawi, namun mendapat penolakan keras dari…

Alun 14 Sep 2026 207 3 menit baca