Rabu, 19 Agustus 2026

Mencari Kitab Suci ke Barat: Antara Integritas dan Solidaritas

Image

Sun Go Kong lahir di Gunung Hwakuo: Gunung Bunga-bunga dan Buah-buahan. Dari sebuah batu yang menerima saripati matahari dan bulan selama ribuan tahun. Ia tinggal bersama kawanan monyet kemudian dihormati setelah menemukan Gua Shuilien: Gua Tabir Air. Ia berkelana dengan rakit ke wilayah-wilayah keramat lalu menemui dan menjadi pengikut Bodhi, salah satu guru Budha. Ia mempelajari seni bertutur-kata dan budi pekerti.

Ia mendapat tugas mendampingi Biksu Tong Sam Cong untuk mencari kitab suci ke barat. Ia ditemani oleh siluman babi bernama Chu Pat Kai dan siluman air bernama Wu Ching. Ia mempunyai tongkat sakti yang bernama Ruyi Jingu Bang.

Gus Rumail mirip Sun Go Kong. Lahir di Dekat Gunung Genuk: Gunung Randu dan Pepaya. Ia berjalan mencari kitab sezaman ke Negeri Tihamah. Bedanya, Sun Go Kong berhasil mendapatkan kitab suci itu, Gus Rumail Nampaknya tidak. Tak ada rotan akarpun jadi: Tak mas bungkal diasah: Tak Kayu jenjang dikeping. Tidak ditemukan kitab sezaman tentang Ubaidillah, kitab sezaman lain bisa dibawa. Kitab sezaman dengan Ubaidillah namun tak ada nama Ubaidillah. Atau bisa saja kitab sezaman yang ada nama Ubaidillah, tetapi maksud sezamannya bukan sezaman Ubadillah, tapi sezaman dengan penulisnya, bisa abad 10,11 atau 15 hijriah.

Sun Go Kong memang cerdik. Senang sekali mengangkat tongkat sakti Ruyi Jingu Bang-nya. Ia menguasai ilmu berubah wujud. Ia mahir jurus Jindoyun (bersalto di atas awan). Namun kadang sinerginya berlebih. Untuk itu Biksu Tong memberinya sebuah bandana (cekak rambut) agar ia dapat terkontrol. Jika Sun Go Kong lepas control, maka kepalanya akan tersa sakit.

Walau tanpa terang-terangan, Gus Rumail telah memberikan PHP tentang kitab sezaman. Dengan memperlihatkan beberapa manuskrip dari jarak jauh kepada public, seakan pencariannya ke Barat berhasil. Renda-renda harapan tersulam bagi Ba’alwi dan pendukungnya. Asa yang masih berasap ditiup lagi. Kaum proletar berkaca-kaca. Kaum capital tersenyum, walau mereka faham. Penulis tidak tega menginsyafi-nya. Perasaan jangan dipermainkan. Kemarin penulis sematkan gelar “historian humanis”. Waktu itu jarak masih terlalu dekat. Persiapan adaptasi jiwa diperlukan. Namun, hari ini, berjalannya waktu telah berhasil memberi pelajaran untuk suatu keadaan. Itulah sunnatullah.

Jika semua benar-benar siap, mintalah secarik daluwang bertanda-tangan, kita duduk menghitung kepastian. Jika menyerah, berhentilah meniupkan angin surga. Ilmu pengetahuan mempunyai teori dan metodologi. Dari sana, siapapun yang memahaminya akan mengetahui muara dari algoritma induktif penelitiannya, walau belum ditelusuri sampai ujungnya. Apalagi pariwisata diskursus ini telah sedayung lagi ke ujung. Semua bintang dilangit telah menunjukan angin akan membawa layar ke mana. Tidaklah adil jika kesimpulan yang telah hadir di kepala lalu diterjemahkan dalam kalimat yang berbeda. Sebaik apapun tujuannya.

Apalagi, jika karena itu, Cu Pat Kay sampai berani membiaskan ilmu pasti menuju kera. Dan Wu Ching membawa-bawa sejarah Musailamah al-Kadzab. Pejamkanlah mata lalu beristighfar. Langkahkan qolbu menuju telaga kebenaran. Lalu, rasakanlah segarnya makrifat dalam keheningan.

Artikel terkait...

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Diskursus nasab batalnya nasab Ba’alwi (habaib) di Indonesia yang dimotori ulama Banten K.H. Imaduddin utsman al-Bantani (Kiai Imad), telah membawa perubahan besar dalam dunia ilmu pengetahuan agama di Indonesia. Pengajaran paham keagamaan yang semula hanya berupa doktrin yang harus diterima…

Alun 2 Agu 2026 219 6 menit baca
Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

oleh : Hamdan Suhaemi Belakangan setelah memperhatikan komentar banyak orang, baik dilakukan setelah wawancara atau obrolan biasa hingga melihat komentar-komentar status di media sosial, baik Facebook, Tiktok, Instagram dan media sosial lainnya itu semua tanggapannya menolak, menghujat dan membenci klan…

Alun 2 Agu 2026 138 3 menit baca
قامع المساوي جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي في تحقيق بطلان نسب باعلوي

قامع المساوي جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي في تحقيق بطلان نسب باعلوي

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي جعل الأنساب سبباً للائتلاف، وجعل صلة الأرحام من أعظم القربات والأوصاف، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له المنزه عن الشبيه والأنداد، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله خير…

Alun 1 Agu 2026 275 27 menit baca