Senin, 20 Juli 2026

KURTUBI LEBAK DAN NASAB PALSU BA’ALWI

Image

Kurtubi asal Lebak, kembali membela nasab Ba’alwi tanpa dalil. Nasab Ba’alwi telah terbukti secara ilmu nasab, ilmu sejarah dan hasil tes DNA bahwa mereka bukan keturunan Nabi Muhammad SAW. Haplogroup Ba’alwi melenceng ke haplogroup G, yaitu haplogroup yang memastikan bahwa Ba’alwi itu bukan keturunan biologis Nabi Muhammad SAW. Namun, dengan semua dalil itu, Kurtubi masih bergeming membelanya.

Dalam sebuah video yang diunggah Islamic Brotherhood Television 8 Juli 2024, Kurtubi menyampaikan pembelaannya terhadap nasab Ba’alwi yang tertolak. Ia menyampaikan beberapa hal yang dapat digaris bawahi: pertama bahwa Kurtubi telah menulis sebuah kitab sanggahan untuk tesis penulis; kedua, kitab itu belum disebarkan; ketiga, alasan belum dibuka itu adalah karena belum berhadapan dengan penulis; keempat, Kurtubi menghimbau jama’ahnya untuk mengikuti ulama salafussalih dan yang berjalan di jalan salafussalih seperti Ibnu Hajar, Assakhowi dan Murtado al Zabidi; kelima, kurtubi menghimbau jangan sampai atas nama pribumi tetapi ternyata mau memecah pribumi; keenam Kurtubi menunggu undangan untuk mengadu hujjah.

Point pertama Kurtubi mengatakan telah menulis sebuah kitab, lalu point kedua kitabnya belum disebarkan dan point ketiganya ia beralasan karena belum berhadapan. Point-point itu aneh. Ulama menulis kitab itu alasannya adalah untuk agar kitabnya bermanfaat dibaca oleh kaum muslimin, agar kaum muslimin mendapat ilmu dan penulisnya mendapat pahala. Selain dua tujuan itu, penulisan sebuah kitab atau buku adalah tercela. Gembar-gembor hampir setahun bahwa Kurtubi telah menulis kitab, dan bahwa kitab itu adalah bom nuklir untuk kitab penulis yang membatalkan nasab Ba’alwi, tetapi sampai saat ini wujud kitabnyapun tidak berani ditampilkan. Itu artinya apa? Tentu pembaca telah mengetahui jawabannya.

Walaupun penulis belum membaca hasil karya Kurtubi, penulis sudah dapat menebak isinya berdasar apa yang Kurtubi sampaikan dalam debat yang diselenggarakan oleh para Kuncen makam Sultan Banten, “Sayyidina wa Maulana al waliyul a’dzom al Qutub al a’arif billah khalifatullah fi Banten Sultan Maulana Hasanuddin”. Tidak ada dari banyaknya kalimat yang disampaikan Kurtubi dalam debat itu, satupun yang dapat menjawab pertanyaan penulis. Dalam debat itu, Taufik Segaf sebagai ketua RA kabur tidak mau hadir. Secara lembaga RA menyatkan tidak mau mengirimkan wakilnya pula. Penulispun akhirnya tidak hadir karena tidak ada perwakilan RA. Acara yang semula akan mempertemukan penulis dengan RA itu, akhirnya menjadi ajang debat kusir tanpa makna apa apa.

Walau tidak hadir, penulis ingin tahu arah mereka yang berdebat itu. untuk itu penulis titipkan tiga pertanyaan kepada Gus Aziz Jazuli untuk dijawab pembela Ba’alwi. dari tiga pertanyaan itu, satupun tidak ada yang bisa menjawab, termasuk Kurtubi. Adapun tiga pertanyaan itu adalah:

  1. Adakah kitab atau sumber lain yang valid dan original yang lebih tua dari Asyajarah al-Mubarokah yang menyatakan bahwa Ahmad hijrah dari Irak ke hadramaut? Sebutkan!
  2. Adakah kitab atau sumber lain yang valid dan original yang lebih tua dari Al-Syajarah Al-mubarokah yang menyatakan bahwa Ahmad bin Isa mempunyai anak bernama Ubaidilah dan mempunyai cucu bernama Alwi? Sebutkan?
  3. Adakah kitab atau sumber lain yang valid dan original yang lebih tua dari Al-Suluk yang menyatakan bahwa keluarga Fakih Muqoddam disebut dengan keluarga Ba Alawi? Sebutkan !

Tiga pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh semua yang hadir dari pembela Ba’alwi, termasuk Kurtubi. Dari situ para Ba’alwi jangan berharap banyak dari kitab Kurtubi, isinya dijamin tidak akan bisa menjawab tesis penulis. Kurtubi tidak akan mampu membawakan dalil apapun untuk ketersambungan nasab Ba’alwi. tidak akan. Kenapa? Ilmu nasab adalah bagian dari ilmu sejarah. cara mencari sumbernya unik. ia yang bisa menelusurinya adalah ia yang telah memahami ilmu metodologi penelitian yang dipelajari di bangku akademis minimal S1. Kemampuan membaca kitab saja tidak cukup untuk menganomali narasi mapan yang keliru. Ia akan terbelenggu oleh indoktrinasi non akademis yang akan menghalanginya untuk memperoleh kebenaran ilmiyah.

Ungkapan Kurtubi ketika menghimbau jama’ahnya untuk mengikuti ulama salafussalih dan yang berjalan di jalan salafussalih seperti Ibnu Hajar, Assakhowi dan Murtado al Zabidi, adalah isyarat bahwa dalil yang akan ia bawakan hanya taklid semata. Dalam dunia akademis taklid kepada ulama itu tidak tercela sepanjang ia mengetahui dalil-dalil apa yang digunakan oleh ulama yang ia taklidi itu. sementara ia yang mengatakan taklid kepada ulama tanpa mengetahui dasar apa yang digunakan ulama itu, pada saat yang sama ada ulama yang menyampaikan dalil yang sharih menyatakan sebaliknya, hal itu sangat tercela.

Adapun ungkpan kurtubi menghimbau jangan sampai atas nama pribumi tetapi ternyata mau memecah pribumi, ungkapan itu salah sasaran. Seyogyanya narasi itu disampaikan kepada kaum Ba’alwi, agar mereka mempertahankan nasab mereka yang terbukti palsu itu hanya dari kalangan mereka sendiri tidak melibatkan kaum pribumi. Karena, kaum pribumi tidak ada kaitannya dengan nasab mereka.

Mengenai pernyataan Kurtubi bahwa ia menunggu undangan penulis untuk mengadu hujjah. Penulis sudah melayangkan undangan kepada RA untuk mengadu hujjah dengan penulis, jika RA mau, RA bisa menugaskan saudara Kurtubi untuk mewakili mereka. Jadi Kurtubi tinggal WA Taufik al Segaf bahwa ia siap menghadapi penulis mewakili RA, lalu RA menyampaikan kesiapan kepada penulis untuk mengadu hujjah.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

Artikel terkait...

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Setelah sekian lama tenggelam dalam kesunyian, Rumail kembali melangkah ke pelataran wacana. Kali ini, ia membawa narasi baru tentang misteri Y-DNA. Darinya, berembus dua kabar yang kontras: satu kabar baik yang membawa secercah cahaya; kedua kabar buruk yang menyisakan kegetiran.…

Alun 6 Jul 2026 285 9 menit baca
Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Faizal Assegaf Ba’alwi Menghina NU dan Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari Pernyataan-pernyataan penghinaan Faizal Assegaf terhadap Hadratusyaikh K.H. Hasyim Asy’ari mulanya berasal dari rekaman video panjang yang disiarkan oleh Faizal Assegaf melalui kanal YouTube pribadinya “Faizal Assegaf Official”. Namun video tersebut…

Alun 29 Jun 2026 308 37 menit baca
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Anak gembong PKI D.N. Aidit, Ilham Aidit menegaskan bahwa ayahnya adalah keturunan yaman. Penegasan itu sebagaimana direportase oleh Republika.co: “Terkait hal ini, Republika.co.id sempat berbincang dengan putra DN Aidit, Ilham Aidit. Dia mengaku, Aidit yang mereka sandang adalah nama marga.…

Alun 24 Jun 2026 209 16 menit baca