Kata Gus Rumail, sanad riwayat dari Hasan al-Allal dan Abul Qasim an-Naffat telah disebut oleh Musnid al-Dunya, Syekh Yasin al-Fadani. Sanad apa yang dimaksud Gus Rumail? Mungkin ia berharap, para pembaca memahami bahwa Ubaidillah sudah disebut di sana.
Penulis beritahukan kepada pembaca, bahwa sanad dari Syekh Yasin al-Fadani itu tidak berarti apa-apa terhadap nasab Ba’alwi. Ia sama sekali tidak menyebut Ubaidillah. Ia hanya menyebut nama dua orang perawi bernama Abul Qasim al-Naffat dan al-Hasan bin Muhammad al-Allal, dan keduanya bukanlah leluhur Ba’alwi. Abul Qosim al-Naffat adalah keturunan asli Ahmad bin Isa yang terkonfirmasi kitab-kitab nasab sezaman. Ia tidak ada kaitan dengan Ba’alwi.
Dalam sanad palsu yang ditulis Gus Rumail, bahwa al-Allal mendapatkan hadits dari pamannya yang bernama Abdullah. Kalimat seperti itu tidak ada dalam kitab Syekh Yasin al-Fadani. Dalam kitab Syekh Yasin itu disebut al-Allal mendapatkan hadits yang tersambung kepada Sayyidina Ali, sama sekali tidak ada al-Allal menyebut Abdullah sebagai pamannya. Kenapa? Karena memang al-Allal ini bukan keponakan Abdullah atau Ubaidillah. Ia tidak punya paman Abdullah atau Ubaidillah. Kakeknya hanya punya anak tiga: Muhammad, Ali dan Husain. Tidak ada anaknya bernama Ubaidillah ataupun Abdullah.
Kedua nama ini hanya mencangkok nasab Ahmad bin Isa. Jadid mencangkok nasab Ahmad bin Isa dengan nama Abdullah, lalu Ba’alwi mencangkok dari Abdullah ini dengan menggantinya menjadi Ubaidillah. Ba’alwi ini mencangkok dari cangkokan.
Agar pembaca juga bisa meneliti di bawah ini keterangan dalam kitab al-Arbain karya Syekh Yasin al-Fadani halaman 70-71:
ورواه ابو القاسم النفاط في مسنده عن علي علي بن ابي طالب وعن الحسن بن علي والحسين بن علي ورواه الحسن بن محمد العلال العراقي في مسندة عن علي
Lihat sanad ini dengan teliti, apakah di dalamnya ada nama Ubaidillah atau Abdullah? Tidak ada!
Katanya Gus Rumail akan segera mengirimkan jawaban untuk 12 pertanyaan penulis. Jika benar dan telah sampai, insya Allah, jawaban Gus Rumail butir-per-butir akan penulis ulas dalam tulisan sebelum kemudian diadakan diskusi.



