Minggu, 19 April 2026

Gus Yahya dan Internasionalisasi Ajaran Aswaja NU

Image

Ada beberapa langkah teknis yang bisa dilakukan PBNU untuk tercapainya internasionalisasi ajaran Aswaja NU. NU sangat kaya dengan ulama dan generasi muda yang cerdas dan linuwih dalam ilmu keislaman, PBNU sudah waktunya mempunyai perhatian khusus bagaimana agar mutiara-mutiara hikmah ulama kita hari ini dapat lestari dan difahami generasi NU ke depan.

Dengan terpilihnya Gus Yahya banyak tokoh yang mengharapkan kiprah Nahdlatul Ulama (NU) di dunia internasional akan semakin gemilang, tentu kiprah yang dimaksud adalah terkait kiprah yang selaras dengan nilai-nilai luhur yang selama ini diusung NU yaitu moderasi beragama, toleransi, perdamaian dan mustika Islam Nusantara, selain tentu ajaran aswaja.

Ada beberapa langkah teknis yang bisa dilakukan PBNU untuk tercapainya internasionalisasi ajaran Aswaja NU:

Meningkatkan Peran Lembaga Ta’lif Wa Nasyr NU

Lembaga Ta’lif wa al Nasyr NU (LTN-NU, lembaga penulisan dan penerbitan NU) pada masa Gus Yahya ini harus mendapatkan perhatian khusus dan serius. Peningkatan peran LTN yang dimaksud bisa dilakukan dengan dua hal; Pertama mendorong dan menggairahkan para ulama NU untuk menulis kitab berbahasa Arab. Dengan kitab berbahasa Arab yang ditulis ulama NU tentu menjadikan nilai-nilai NU dikenal oleh dunia Internasional dimana bahasa epistimologi Islam di dunia Internasional adalah Bahasa Arab.

Dorongan dan penggairahan kepada ulama NU untuk menulis kitab diejawantahkan dengan menyiapkan mesin cetak sendiri, membentuk lembaga penerbitan, pengurusan ISBN, tim pentashih kitab sebelum dicetak, menyiapkan pembiayaan untuk itu dan jaringan distributor.

Yang kedua adalah dengan memburu, mencari dan menelusuri naskah-naskah ulama Nusantara yang belum pernah dicetak atau sudah dicetak namun sudah langka. Langkah perburuan naskah-naskah ulama nusantara sudah mulai dilakukan oleh sekumpulan ulama muda NU yang tergabung dalam Nahdlatut Turats (NT), tentu untuk kerja besar ini LTN tinggal mendorong NT untuk meneruskan mujahadah ilmiyah ini dan kemudian menyiapkan ekosistemnya.

Menyemarakkan Media Sosial dengan Konten Ajaran NU Berbahasa Arab dan Inggris

Selain mendorong ulama NU untuk menulis kitab berbahasa Arab, media sosial harus disemarakkan dengan konten-konten ajaran NU yang berbahasa Arab dan Inggris, terutama di Youtube, agar dunia internasional dapat dengan mudah mengakses ajaran ajaran NU.

NU sangat kaya dengan ulama dan generasi muda yang cerdas dan linuwih dalam ilmu keislaman, PBNU sudah waktunya mempunyai perhatian khusus bagaimana agar mutiara-mutiara hikmah ulama kita hari ini dapat lestari dan difahami generasi NU ke depan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq, wallahu a’lam bish shawwab.

Ditulis oleh: KH. Imaduddin Utsman, M.A.
(Pengarang Kitab Al-Fikrah Al-Nahdliyyah – Wakil Katib PWNU Banten – Ketua RMI Banten)
Editor: Kang Diens

Artikel terkait...

Hukum Menjadikan Bagian Hewan Qurban sebagai Upah Penjagal dan di Jual Oleh Panitia

Hukum Menjadikan Bagian Hewan Qurban sebagai Upah Penjagal dan di Jual Oleh Panitia

oleh : A.M MA’RUF Z.A Deskripsi masalah Dalam pelaksanaan ibadah qurban di tengah masyarakat, terdapat beberapa praktik yang perlu dikaji dari sudut pandang fikih. Pada saat penyembelihan hewan qurban, panitia atau mudhahhi menggunakan jasa penjagal. Namun dalam praktiknya, upah penjagal…

Alun 17 Apr 2026 52 4 menit baca
SANAD YASIN FADHILAH DAN TAHLIL DARI SUNAN AMPEL

SANAD YASIN FADHILAH DAN TAHLIL DARI SUNAN AMPEL

Oleh: imaduddin Utsman Al-Bantani Alhamdulillah pada hari Rabu, 15 April 2026, selain penulis diperlihatkan puluhan dari ratusan manuskrip peninggalan Sunan Ampel, Sunan Derajat dan keturunannnya, penulis juga diberikan ijajah sanad keilmuan dari jalur Sunan Ampel oleh cucu Sunan Ampel garis…

Alun 17 Apr 2026 173 4 menit baca
GEGER: MANUSKRIP-MANUSKRIP SUNAN AMPEL DARI ABAD 15 dan 16 MASEHI DITEMUKAN DI BANTARSARI CILACAP

GEGER: MANUSKRIP-MANUSKRIP SUNAN AMPEL DARI ABAD 15 dan 16 MASEHI DITEMUKAN DI BANTARSARI CILACAP

Oleh: Imaduddin Utsman Al-bantani Kiai Raden Mas Muhammad Salim bin Kiai Raden Mas Muhammad Mughni (Kiai Salim) yang beralamat di Pondok pesantren Bumi Sholawat Kanjeng sunan Ampel Jl Arda menawi rt06/07 Rawajaya bantarsari Cilacap –pemilik ratusan manuskrip peninggalan Walisongo terutama…

Alun 17 Apr 2026 392 6 menit baca