Dr. Sugeng P. Sugiharto
(Peneliti Badan Riset Nasional-BRIN- Republik Indonesia)
Klan Baalwi, dalam hal ini dari marga Assegaf dan cadet branchnya, mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Hasil tes DNA mereka secara ilmiah teridentifikasi dalam kelompok haplogroup G-Y32613 berdasarkan data FamilyTreeDNA, yang menunjukkan kesamaan leluhur paternal. Para ahli genetika populasi sepakat bahwa mutasi awal Haplogroup G terjadi di kawasan Asia Barat. Titik paling spesifik dengan keragaman genetik tertinggi berada di sekitar Anatolia Timur (Turki modern), Armenia, Kaukasus, atau Iran Barat. Pelajari lebih lanjut mengenai data genetika ini di link berikut.
https://www.familytreedna.com/public/baalawi?iframe=ydna-results-overview dan https://www.familytreedna.com/public/garabia?iframe=ydna-results-overview.
Definisi haplogroup sesuai laman dari ISOGG adalah kelompok populasi genetik orang-orang yang memiliki SATU moyang yang sama dari garis keturunan ayah atau ibu. Konsekuensinya adalah karena G-Y32613 adalah subclade dari G-Y32612, dan G-Y32613 baru berumur 900 tahun , maka Ali bin Abi Thalib dan Rasulullah SAW, versi klan Baalwi, adalah berasal dari Haplogroup G-Y32612. Demikian juga Nabi Ibrahim dan seluruh keturunan paternalnya juga berada di haplogroup G-Y32612. Haplogroup G-Y32612 sendiri sudah berumur 7600 tahun.
Pada tahun 2019, Sayid Naseer bin Jamil bin Naseer bin Jamil bin Ali Al Awn, keturunan Syarif Mekah, Awn Ar Rafiq, mengumumkan hasil test DNAnya adalah dia berasal dari Haplogroup J-FGC9585 . Penyelidikan dari Hadi Amili juga menunjukkan bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW dari Hasan dan Husein juga parallel dengan genetik Nasser. Misalnya; Bani Aftasi, Musawi, Zaidi, Araji Husaini di Iran, Iraq, Mesir, Saudi, Lebanon berada di J-FGC30416. Bani Ghomari Hasani (keturunan Ibrahim Al Ghamr) di Saudi, Iraq, Iran, dan Yaman berada di J-CTS8038. Bani Musawi Hasani (Keturunan Musa Al Jun) di Saudi dan Jordan berada di J-FGC8702. Keturunan Nabi yang lain, Zainabiyun karena dinisbatkan ke Ali al Zainabi, putra Sayidah Zainab binti Ali, berada di J-FGC67360. Ali Al Zainabi juga Bani Hasyim karena kakek paternalnya, Jafar bin Abi Thalib adalah kakak dari Ali bin Abi Thalib. Baik Hasani, Husaini, dan Zainabi berada pada J-FGC8703, sehingga bisa disimpulkan kakek mereka, Abi Thalib adalah TMRCA dari J-FGC8703. Rasulullah SAW adalah keponakan terkasih dari Abi Thalib. Parent haplogroup dari J-FGC8703 adalah J-L859, dengan sendirinya Rasulullah, Ali bin Abi Thalib dan seluruh sepupu paternalnya berada pada haplogroup J-L859. Penulis juga membuktikan Rasulullah berada di haplogroup J-L859.
Analisis genetika populasi modern, menunjukkan benturan filogenetik tak terelakkan antara klaim nasab Baalwi (Haplogroup G-Y32613) dan konsensus genetik keturunan Syarif Mekah (Haplogroup J-L859). Hukum eksklusivitas mutasi Y-DNA menegaskan bahwa dua rumpun yang terpisah ribuan tahun secara evolusi ini tidak mungkin menjadi leluhur patrilineal yang sama, menjadikan versi J-L859 sebagai satu-satunya kandidat ilmiah yang valid. Konsekuensinya, klaim nasab pada G-Y32612 merupakan anomali biologis, yang secara teologis-epistemologis meruntuhkan validitas nasab yang didasarkan pada jalur tersebut.
Apa konsekuensi aqidahnya bagi umat Islam?
Jika klaim klan Ba’alwi yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW diterima, maka berarti ada dua versi Rasulullah yang diyakini umat Islam: Muhammad bin G-Y32612, dan Muhammad bin J-L859. Rasulullah tentu saja hanya bisa berasal dari G-Y32612 atau J-L859, tidak bisa sekaligus G-Y32612 dan J-L859. Lalu mana yang benar? Apakah versi klan Ba’alwi yang meyakini tanpa teman, atau versi mayoritas umat Islam. Konsekuensi lebih jauh adalah Nabi Ibrahim dan seluruh keturunan paternalnya juga ada dua versi, G-Y32612 dan J-YSC00000234.
Sedangkan telah konklusif bahwa J-YSC000000234 adalah parent haplogroup dari Adnani dan Kohanim berdasar individu-individu yang telah melakukan test YDNA seperti Bani Saud, Bani Tamim, Bani Jarrah, Bani Katzenellenbogen, dan Bani Kohen.
Maka, segala doa dan shalawat klan Baalwi dan yang mempercayainya ditujukan kepada unit biologis Rasulullah yang berbeda dengan unit biologis Rasulullah-nya umat Islam mayoritas. Shalawat umat Islam ditujukan kepada unit biologis Muhammad bin Abdullah dari haplogroup J1, sedangkan shalawat klan Ba’alwi ditujukan kepada unit biologis Muhammad dari haplogroup G-Y32612. Shafaat yang dijanjikan pada mereka juga berasal dari Muhammad bin G-Y32612. Doa pada tahiyat akhir shalat mereka juga ditujukan kepada Muhammad dan Ibrahim yang bin G-Y32612.
Perlu dicatat disini, usia haplogroup G-Y32612 lebih tua daripada Nabi Ibrahim AS, lebih dari 1000 tahun.
Tentu saja cuma ada satu Muhammad dan satu Ibrahim. Hanya satu doa, shalawat, syafaat, dan tahiyat yang benar. Allah SWT sudah menuliskan arahnya sejak 14,5 milyar tahun yang lalu ketika DIA memantik BIG BANG. Kelak, Muhammad SAW dan Ibrahim AS yang benar yang akan menunjukkan kebenarannya. Meyakini Muhammad SAW dan Ibrahim AS sebagai Rasulullah adalah fundamental dalam aqidah Islam, tapi Muhammad SAW dan Ibrahim AS mana yang kau Yakini? Secara scientific, Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim dari haplogroup J1 dengan subkalde J-YSC00000234 adalah satu-satunya versi untuk Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS yang benar.



