Senin, 23 Februari 2026

Fakta DNA Teroris Usamah bin Ladin Sebagai Sepupu Ba’Alwi: Kenapa Tidak Mengaku Cucu Nabi

Image

Sebuah fakta ketika terungkap kadang memang sangat menyakitkan. Baalwi yang sudah ratusan tahun mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW, hari ini terbongkar kepalsuannya secara ilmiyah dari segala sisi. Tidak ada lagi bagi mereka tempat untuk menghindar kecuali mengharap orang-orang bodoh masih mau mempercayainya.

Siapa yang tidak kenal Usamah bin Ladin, seorang teroris internasional yang mengakibatkan ribuan nyawa manusia melayang ini ternyata adalah sepupu jauh klan Ba’alwi. Hasil tes DNA dari Muhammad bin Usamah bin ladin mengungkap fakta genetic adanya kakek Bersama jalur laki-laki antara Usamah bin Ladin dan klan Ba’alwi. Anehnya kedua sepupu garis laki-laki ini tidak kompak. Yang satu mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW, yang satu lagi tidak.

Akun X Y-DNA Sequencing in Syria menampilkan hasil tes DNA Muhammad bin Usamah bin Ladin seperti berikut ini:

GM201>L89>L156>P15>L1259>L30>M406>PF3299>PF3293>PF3296>FT262973>PF3302>Y33232>Y32613

Hasil tes DNA tersebut identic dengan DNA Ba’alwi dari Indonesia Agus Arslan Al-Habsyi. Ia terkonfirmasi sebagai keturunan G-M201, sebagaimana diumumkan oleh Familitreedna. Menurut peneliti BRIN, Doktor Sugeng Sugiharto, Dari 180 orang yang mengaku Ba’alwi ada 75 orang yang mempunyai induk haplogroup G-M201 dengan subclade Y32613, sementara sisanya berhaplogroup beragam dari O, E. R dan lain-lain.

Subclade Y32613 hidup 950 tahun yang lalu. Artinya orang-orang yang mempunyai subclade tersebut mempunyai satu kakek bersama 950 tahun yang lalu. Artinya pula antara leluhur Agus Arslan Al-Habsyi dan leluhur Usamah bin Ladin 950 tahun yang lalu adalah bersaudara. Hasil tes DNA Usamah bin ladin ini menambah kuat terbongkarnya kepalsuan nasab Ba’alwi, di mana dua orang bersaudara yang satu mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW yang satu lagi tidak. Pengakuan klan Ba’alwi bahwa leluhurnya adalah seorang keturunan Nabi Muhammad SAW, sementara pengakuan keluarga Usamah leluhurnya adalah dari Bani Kindah.

Ketika leluhur Usamah bin Ladin dan Ba’alwi 950 tahun yang lalu adalah bersaudara, maka kita hitung: tahun ini adalah tahun 1447 H. kemudian kita kurangi 950 tahun, hasilnya adalah 497. Jadi keluarga Usamah dan Baalwi bertemu di kakek bersama yang hidup tahun 497 H. pertanyaannya siapakah kakek Ba’alwi yang hidup di tahun 497 Hijriah? Kita lihat di catatan keluarga Baalwi bahwa kakek Ba’alwi yang hidup di tahun itu adalah seorang “ulama besar” bernama Alwi bin Muhammad (lahir 450 H. wafat 512 H.). Alwi bin Muhammad dalam kitab keluarga Ba’alwi dicatat mempunyai dua anak yaitu Ali Khali Qasam dan Salim (Syamsudzahirah h. 70). Seharusnya Alwi bin Muhammad juga adalah kakek Usamah bin Ladin dari anaknya yang Bernama Salim.

Pertanyaanya, kenapa hari ini sislislah keluarga Baalwi dan Usamah berbeda. Kenapa keluarga Usamah bin Ladin tidak mempunyai kakek garis laki di 950 tahun yang lalu Bernama Alwi bin Muhammad. Jawabannya: salah satu di antara keduanya pasti ada yang berdusta. Pertanyaannya siapa di antara mereka berdua yang berdusta?

Berdasarkan penelitian penulis, yang berdusta adalah keluarga Ba’alwi bukan keluarga Usamah bin Ladin. Kenapa? Karena silsilah keluarga Ba’alwi yang mengaku bahwa Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubed adalah seorang sayyid karena Ubed adalah anak dari seorang Sayyid terkenal bernama Ahmad bin Isa tidak terkonfirmasi kitab-kitab nasab di masa hidupnya Alwi. Kitab-kitab nasab yang hidup di masa hidupnya Ubed, Alwi dan Muhammad, seperti kitab Tahdzibul Ansab, Al-Majdi, dan Muntaqilah tidak mencatat Ahmad bin Isa mempunyai anak Bernama Ubed. Kitab-kitab sejarah dari mulai abad ke-5 samapai ke-9 Hijriah pun tidak ada yang mencatat bahwa tahun 490 Hijriah ada seorang ulama nernama Alwi bin Muhammad.

Maka nama Alwi bin Muhammad ini jelas nama fiktif. Lalu siapa leluhur mereka yang hidup 950 tahun yang lalu itu? Jawabannya: Namanya tidak terdeteksi dan terverifikasi, yang jelas ia adalah seorang yang berhaplogroup G dengan subclade Y32613. Kita sebut saja Syekh G-Y32613. Dan Syekh G-Y32613 ini adalah kakek bersama yang menurunkan keturunan di antaranya Usamah bin Ladin dan Umar bin Hafidz.

Anehnya dua keturunan dari satu orang yang sama ini silsilahnya berbeda. Usamah mengaku keturunan Kindah sedangkan Umar bin Hafidz mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Yang demikian itu menambah kuat terbongkarnya kepalsuan nasab Umar bin Hafidz. Karena keluarga Nabi Muhammad SAW harus berhaplogroup J1, sedangkan keluarga Umar bin Hafidz berhaplogroup G.

Apakah masih ada sepupu-sepupu Ba’alwi yang tidak mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW? Jawabannya masih banyak. Dan semuanya tidak mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Kita ambil contoh keluarga Bothar di Oman.

Keluarga Bothar di Oman mempunyai subclade G-Z28113, sumber: https://www.familytreedna.com/public/baalawi?iframe=ydna-results-overview&srsltid=AfmBOoppJJf4dxSnPDpY31sf35mlao5WCE9yCavsN6XucXMJXhS5kEvW.

G-Z28113 merupakan subclade dari G-Y68554 (sumber: https://www.yfull.com/tree/G-Y32612/).

G-Y68554 milik keluarga Bothar bertemu dengan G-Y32613 milik keluarga Ba’alwi di sekitar 950 tahun yang lalu seabagai sepupu. Siapa leluhur Baalwi di sekitar 950 tahun yang lalu? Jawabannya adalah Alwi bin Muhammad. Sesuai versi tradisonal Baalwi, keluarga Bothar ini juga seharusnya sekarang mengaku keturunan Nabi karena ia sepupu garis laki keluarga Baalwi, pertanyaanya mengapa sekarang keturunannya di Oman tidak mengaku keturunan Nabi? Jawabannya karena pengakuan Ba’alwi sebagai keturunan Nabi baru muncul di tahun 895 Hijriah tanpa mengajak sepupunya dari keluarga Bothar.

Semakin lama fajar menyingsing semakin tampaklah indah wajah sang kekasih. Namun bersamaan dengan itu semakin tampaklah pula raut wajahnya yang tengah dalam duka. Bilakah malam tak pernah pergi; sang fajar tak pernah mengahampiri; dan matahari tak pernah menyinari; agar aku terus dapat bersama sang kekasih yang cantik riang gembira seperti wajahnya di kemarin hari; tanpa harus menerima kenyataan bahwa malam ini wajah riang itu telah berganti; senyum itu telah pergi. Kibin, sanggupkah engkau menerima kenyataan ini? Dari yang mencintaimu, Imaduddin Utsman Al-Bantani.

Artikel terkait...

KARYA KH IMADUDDIN UTSMAN VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

KARYA KH IMADUDDIN UTSMAN VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

Oleh: Tulisan ini dari hasil diskusi berempat melalui virtual, berisi menganalisis legitimasi historis dan genealogis Rabithah Alawiyah sebagai lembaga pencatat nasab klan Ba’alwi di Indonesia. Didirikan pada tahun 1928 di bawah naungan kebijakan kolonial Belanda, eksistensi lembaga ini memunculkan pertanyaan…

Alun 22 Feb 2026 25 17 menit baca
KENAPA SANTRI PENDUKUNG HABIB BA’ALWI BISA DISEBUT JAHIL MURAKKAB FAL MURAKKAB TSUMMAL MURAKKAB

KENAPA SANTRI PENDUKUNG HABIB BA’ALWI BISA DISEBUT JAHIL MURAKKAB FAL MURAKKAB TSUMMAL MURAKKAB

Dalam diskursus nasab Ba’alwi masih ada santri bahkan kiai yang masih mendukung nasab Ba’alwi padahal mereka tidak faham sedang mendukung apa dan siapa. Sedang merendahkan apa dan siapa. Fenomena santri-santri kibin dari Sarang Rembang yang membuat video-video pembelaan itu, menunjukan…

Alun 18 Feb 2026 293 16 menit baca
Falsifikasi Historis terhadap Silsilah Ba’alwi:Analisis Epistemologis atas Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Falsifikasi Historis terhadap Silsilah Ba’alwi:Analisis Epistemologis atas Keteguhan Tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekokohan metodologis tesis K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani mengenai pembatalan nasab klan Ba’alwi dari perspektif epistemologi sejarah dan teori falsifikasi Karl Popper. Polemik ini muncul sebagai disrupsi besar terhadap otoritas keagamaan…

Alun 17 Feb 2026 149 49 menit baca