Sabtu, 3 Oktober 2026

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

Image

Oleh: Riyadul Jinan (Mahasantri Ma’had Ali Yanbu’ul Qur’an Kudus)

Di antara deru kendaraan dan panjangnya perjalanan menuju Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus, waktu senggang di dalam bus menjelma menjadi ruang kontemplasi yang hening. Dalam satu dudukan, kitab Al-Aqwāl al-Munīrah fī al-Waṣiyyah lil-Abnā’ wa adz-Dzurriyyah karya guru mulia, Al-‘Allāmah KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani ḥafiẓahullāh, terbaca hingga tuntas—menghadirkan kesan yang tidak hanya intelektual, tetapi juga personal dan reflektif.

Membaca karya seorang guru menghadirkan pengalaman yang berbeda. Setiap kalimat terasa lebih dekat, setiap nasihat seakan tertuju langsung kepada diri sebagai murid. Kitab ini tidak sekadar menjadi teks bacaan, melainkan perpanjangan dari majelis ilmu yang pernah hidup dan kini berlanjut dalam bentuk tulisan.

Sejak mukadimahnya, penulis menegaskan bahwa tradisi wasiat kepada generasi merupakan warisan para nabi dan orang-orang saleh. Hal ini menunjukkan bahwa kitab ini tidak hanya lahir dari kedalaman ilmu, tetapi juga dari kesadaran akan tanggung jawab peradaban.

Tersusun dalam sembilan bab, pembahasan kitab ini mengalir secara sistematis: dimulai dari fondasi iman dan Islam, dilanjutkan dengan kecintaan kepada Nabi ﷺ, perhatian terhadap Al-Qur’an, hingga peneguhan nilai-nilai takwa dan tanggung jawab sosial. Lebih jauh, penulis menghadirkan konsep pendidikan anak yang komprehensif—mulai dari pemilihan nama hingga tahapan pembinaan yang selaras dengan perkembangan usia.

Keistimewaan lain dari kitab ini terletak pada gaya bahasanya. Al-‘Allāmah KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani ḥafiẓahullāh menunjukkan kepiawaian dalam merangkai bahasa Arab yang bersajak dan berirama. Keindahan tersebut tidak mengaburkan makna, tetapi justru menguatkan daya sentuhnya, sehingga nasihat tidak hanya dipahami, tetapi juga dirasakan dan diingat.

Sebagai murid, membaca kitab ini menghadirkan pengalaman reflektif—seolah kembali duduk di hadapan guru, menyimak nasihatnya dengan penuh ketenangan. Dari situ tumbuh kesadaran bahwa ilmu bukan sekadar untuk diketahui, melainkan amanah yang harus diamalkan dan diwariskan.

Menariknya, kitab ini juga menyentuh dimensi sosial-kebangsaan. Di dalamnya tercermin semangat nasionalisme yang kuat, berupa kecintaan terhadap tanah air dan identitas bangsa Indonesia. Penulis menunjukkan sikap tegas terhadap pihak-pihak yang bersikap arogan dan tidak menghargai masyarakat setempat, sekaligus menampilkan sikap terbuka terhadap siapa pun yang datang dengan kerendahan hati dan bersedia berbaur dengan masyarakat pribumi. Sikap ini mencerminkan keseimbangan antara menjaga identitas dan menjunjung nilai keadilan sosial.

Perjalanan menuju Ma’had Aly pun pada akhirnya tidak hanya menjadi perpindahan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Kitab ini hadir sebagai teman perjalanan yang menguatkan niat, meneguhkan arah, dan mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari melanjutkan estafet keilmuan sekaligus berkontribusi bagi agama dan bangsa.

Dengan demikian, Al-Aqwāl al-Munīrah fī al-Waṣiyyah lil-Abnā’ wa adz-Dzurriyyah bukan hanya layak dibaca, tetapi juga direnungi dan dijaga. Ia merupakan warisan keilmuan sekaligus wasiat seorang guru—yang tidak hanya membentuk pemahaman, tetapi juga membentuk arah hidup generasi setelahnya. Wasaalam.

Artikel terkait...

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي حذرنا ان لا أنساب بيننا يوم القيامة في الذكر الحكيم، وجعل صلة الأرحام عروة وثقى لا تنفصم ولا تريم، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، الموصولِ بنسب طاهر زكيّ عميم، وعلى آله وصحبه…

Admin 21 Sep 2026 645 28 menit baca
Tiga Juta Liter Air Mineral Disumbangkan PWI-LS Untuk Muktamar NU ke-35

Tiga Juta Liter Air Mineral Disumbangkan PWI-LS Untuk Muktamar NU ke-35

Tambakberas Jombang — Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian PWI-LS Jatim terhadap kelancaran forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama tersebut. Sebagai wujud…

Alun 29 Agu 2026 244 3 menit baca
Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

​ Tambakberas Jombang — Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani (Kiai Imad) menerima sebuah manuskrip mushaf Al-Qur’an langka peninggalan era Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman) yang dititipkan oleh Gus Hakam dari keluarga Tambakberars Jombang. ​Penyerahan mushaf kuno tersebut menjadi momen berharga bagi penyelamatkan benda…

Alun 29 Agu 2026 232 3 menit baca