Minggu, 19 April 2026

Berdarah Kresek-Tanara Inilah Sosok KH. Zulva Mustofa PJ. Ketum PBNU Hasil Pleno

Image

JAKARTA – KH Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) pada Pleno PBNU yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Senin malam (9/12/2025). KH Zulfa menggantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang telah diberhentikan oleh Syuriah PBNU.

Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU Mohammad Nuh, mendapatkan mandat oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar untuk memimpin Pleno. Mohammad Nuh pun mengatakan bahwa hasil rapat telah memutuskan Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Mustofa menjabat sebagai Pj Ketum PBNU. “Yaitu penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, sisa sekarang ini, yaitu yang mulia beliau Bapak KH. Zulfa Mustofa,” kata Mohammad Nuh.

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar membuka Rapat Pleno Penentuan Pj Ketua Umum PBNU. Dia mengatakan bahwa rapat Pleno ini adalah bagian dari proses yang harus dilalui oleh Syuriyah untuk kembali menguatkan supremasinya di struktur PBNU.

“Alhamdulillah malam ini sebagaimana kita maklumi adalah malam rapat Pleno sebagai proses-proses yang harus kita lewati untuk bagaimana kita sebagaimana awal kita sampaikan bahwa Syuriyah adalah merupakan owner daripada Nahdlatul Ulama dan periode ini menjadi sebuah tekad bersama untuk memuatkan supremasi daripada Syuriyah,” kata Kiai Miftachul membuka rapat.

Kiai Zulva akan memimpin PBNU sampai pelaksanaan Muktamar 2027. Sebelumnya Kiai Zulva merupakan Wakil Ketua Umum dari Gus Yahya yang dicopot jabatannya oleh Dewan Syuriah PBNU karena melanggar AD/ART PBNU.

Kiai Zulva adalah ulama yang berasal dari keluarga ulama. Ibunya Nyai Hajjah Marhumah Latifah berasal dari Kresek, Tangerang yang dikenal daerah lahirnya para ulama besar di Banten. Ibunya juga merupakan keluarga besar Syekh Nawawi Tanara dan keturunan Syaikh Hasan Bashri Kresek cucu Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ayah Kiai Zulva adalah K.H. Muqarabin yang berasal dari Pekalongan.

Kia Zulva juga menulis beberapa kitab dalam Bahasa Arab di antaranya adalah kitab al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu dan yang kedua kitab Diqqat al Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi’i.

Selain sebagai Wakil Ketua Umum PBNU Kiai Zulva juga menjabat Wakil Majelis Pertimbangan MUI Pusat, Ketua Komite Fatwa BPJPH Kementerian Agama.

Artikel terkait...

Hukum Menjadikan Bagian Hewan Qurban sebagai Upah Penjagal dan di Jual Oleh Panitia

Hukum Menjadikan Bagian Hewan Qurban sebagai Upah Penjagal dan di Jual Oleh Panitia

oleh : A.M MA’RUF Z.A Deskripsi masalah Dalam pelaksanaan ibadah qurban di tengah masyarakat, terdapat beberapa praktik yang perlu dikaji dari sudut pandang fikih. Pada saat penyembelihan hewan qurban, panitia atau mudhahhi menggunakan jasa penjagal. Namun dalam praktiknya, upah penjagal…

Alun 17 Apr 2026 52 4 menit baca
SANAD YASIN FADHILAH DAN TAHLIL DARI SUNAN AMPEL

SANAD YASIN FADHILAH DAN TAHLIL DARI SUNAN AMPEL

Oleh: imaduddin Utsman Al-Bantani Alhamdulillah pada hari Rabu, 15 April 2026, selain penulis diperlihatkan puluhan dari ratusan manuskrip peninggalan Sunan Ampel, Sunan Derajat dan keturunannnya, penulis juga diberikan ijajah sanad keilmuan dari jalur Sunan Ampel oleh cucu Sunan Ampel garis…

Alun 17 Apr 2026 173 4 menit baca
GEGER: MANUSKRIP-MANUSKRIP SUNAN AMPEL DARI ABAD 15 dan 16 MASEHI DITEMUKAN DI BANTARSARI CILACAP

GEGER: MANUSKRIP-MANUSKRIP SUNAN AMPEL DARI ABAD 15 dan 16 MASEHI DITEMUKAN DI BANTARSARI CILACAP

Oleh: Imaduddin Utsman Al-bantani Kiai Raden Mas Muhammad Salim bin Kiai Raden Mas Muhammad Mughni (Kiai Salim) yang beralamat di Pondok pesantren Bumi Sholawat Kanjeng sunan Ampel Jl Arda menawi rt06/07 Rawajaya bantarsari Cilacap –pemilik ratusan manuskrip peninggalan Walisongo terutama…

Alun 17 Apr 2026 392 6 menit baca