Minggu, 15 Februari 2026

Tabir Keluarga Jadid Mulai Terkuak

Image

Dalam literature para habib, disebutkan bahwa Ubaidillah mempunyai tiga anak: Jadid, Alwi dan Bashri. Silsilah Syarif Abul Jadid yang disebut al-Suluk (732 H), menurut para habib, adalah Jadid yang merupakan saudara seayah dari Alwi, leluhur para habib.

Menurut penulis, Syarif Abul Jadid yang disebut al-Suluk itu, bukan saudara Alwi, karena tidak ada informasi sezaman sedikitpun yang dapat dijadikan dalil bahwa Syarif Abul Jadid mempunyai saudara bernama Alwi. Gus Rumail, memang mendapatkan dalil bahwa Abul Jadid ini seorang syarif, tapi, rupanya ia sama sekali tidak mendapatkan jejak persaudaraan antara Jadid dengan Alwi. Lembah-lembah di Turki telah ia telusuri; Bukit-bukit di Yaman telah diterjang; Gunung-gunung di Hijaz telah dikepung, namun, jejak itu tidak juga dijumpai. Kini, dengan berbekal sejuta asa , dan semilyar harapan, mudah-mudahan lorong-lorong di Negeri Yordan bisa memberi jawaban.

Jodoh tidak perlu dicari, kalau sudah jodoh datang sendiri. Mungkin, itulah pepatah yang pantas diingat hari ini. Seberkas harapan telah datang kepada penulis, untuk menyibak tabir gelap sosok Abul Jadid ini. Ia datang dari sebuah manuskrip kitab yang dikarang ulama abad 10 Hijriah. Kitab itu, dikirimkan sahabat penulis yang merupakan alumni Yaman. Dalam kitab itu diterangkan, siapa leluhur Abul jadid, dan siapa pula keturunannya.

Kitab itu bernama “Kasyful Gain An Man bi Wadi Surdud Min Dzurriyati Sibtain” karya Sayyidina wa Umdatina al-Muhaqqiq Jamaluddin Muhammad bin Abi Bakar bin Abdullah bin Ahmad bin Ismail bin Abi Bakar bin Muhammad al-Askhar (w. 991 H). dalam kitab itu, disebutkan bahwa: Abul Jadid merupakan keturunan Musa al-Kadzim melalui jalur anaknya bernama Ali Rido. Ali Rido ini mempunyai anak bernama Muhammad al-Jawad. Sayangnya, kitab ini tidak memuat silsilah lengkap sampai Syarif Abul Jadid. Kendati demikian, penelusuran Gus Rumail tidak sia-sia, bahwa betul Abul Jadid ini adalah seorang Syarif (keturunan Nabi Muhammad Saw), walau ternyata bukan melalui jalur Ubaidillah.

Dalam kitab ini pula dijelaskan, Syarif Abul jadid di abad 10 H itu, mempunyai keturunan yaitu Banu sahil, Banul ‘Ishor, Banu Mujaimisy, Banu Ishlah, dan Bani Mahdi. Bani Alwi tidak disebutkan. Dijelaskan pula, sebagian dari keturunan Abil jadid adalah Syarif Ibrahim bin Hasan dan al-Syarif Abu Bakar al-Qudaimi. Dan keduanya mempunyai keturunan yang bermukim di Musyaj (Hadramaut). Mereka mempunyai harta berupa tanah dan kebun kurma dan lain-lain.

Demikianlah informasi penting yang diterima penulis dari manuskrip tersebut. Penulis belum berhasil melacak nama-nama kabilah yang disampaikan kitab tersebut. Penulis juga memerlukan data pembanding sezaman dan atau yang lebih tua lainnya, yang dapat digunakan sebagai detektor validitas informasi yang terdapat didalamnya. Tetapi paling tidak, manuskrip itu bisa menjadi kompas penelusuran selanjutnya, bagi penulis, juga, mungkin, bagi Gus Rumail, bahwa algoritma nasab para habib ini semakin ditelusuri, justru semakin jauh menuju arah berlawanan dari kiblat para syarif yang tercatat.

Penulis juga, sedang menunggu janji Gus rumail, untuk membuat tulisan utuh dan komprehensif tentang klaimnya bahwa, kitab al-syajarah al-Mubarokah adalah kitab yang problematik. Penulis berjanji kepada Gus Rumail, jika tulisannya tentang kritiknya terhadap kitab tersebut selesai, akan segera penulis jawab. dalam beberapa videonya, Gus Rumail mengatakan: inilah yang belum dijawab Kiayi Imad. Agaknya, Gus Rumail, ingin sekali mengetahui seberapa kuat penulis dapat mewakili Imam al-Fakhrurozi dalam mempertahankan substansi kitab al-Syajarah al-Mubarokah ini.

Artikel terkait...

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

بقلم: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي   المقدمة: أزمة الإبستمولوجيا في ادعاءات النسب   على مدى أكثر من ألف عام، استندت سلطة الأنساب في الحضارة الإسلامية إلى ركيزة واحدة: التوثيق النصي. كانت مشجرات الأنساب التي تحفظها مؤسسات مثل “نقابة الأشراف”…

Alun 13 Feb 2026 37 4 menit baca
MANIFESTO KEJUJURAN: Runtuhnya Hegemoni Nasab Palsu Berhadapan dengan Pedang Sains (Tantangan Untuk Naqabat Al-Asyraf Mesir Sampai Rabitah Alwiyah Jakarta)

MANIFESTO KEJUJURAN: Runtuhnya Hegemoni Nasab Palsu Berhadapan dengan Pedang Sains (Tantangan Untuk Naqabat Al-Asyraf Mesir Sampai Rabitah Alwiyah Jakarta)

Selama berabad-abad, peradaban Islam telah terperangkap dalam sebuah paradoks yang ironis. Ia terbalut kabut sejarah dan terjajah berhala darah. Di satu sisi, Islam datang untuk menghapuskan sistem kasta jahiliah, namun di sisi lain, muncul sebuah konstruksi sosial yang mendewakan garis…

Alun 12 Feb 2026 112 7 menit baca
Dr. Hadi al-Amili administrator di FamilyTreeDNA (FTDNA) Konfirmasi J1-L859 sebagai Marker Genetik Asyraf dan Sadah Alawiyyin

Dr. Hadi al-Amili administrator di FamilyTreeDNA (FTDNA) Konfirmasi J1-L859 sebagai Marker Genetik Asyraf dan Sadah Alawiyyin

Dr. Hadi Al-Amili (lengkapnya Dr. Sayyid Hadi Yahya al-Amili) diakui secara luas dalam komunitas genealogis sebagai salah satu peneliti utama dan administrator dalam proyek-proyek DNA yang berfokus pada garis keturunan Bani Hasyim dan Quraisy. Ia salah satu tokoh sentral dalam…

Alun 11 Feb 2026 70 3 menit baca