Kamis, 8 Oktober 2026

Surat Untuk Rabithah Alwiyah dan Gus Rumail

Image

Penulis, pagi tadi, telah mengirimkan surat yang ditujukan kepada ketua Rabithah Alwiyah (RA) di Jakarta dan Gus Rumail di Jepara. Surat itu, kepada Ketua RA, terkait dengan masih masifnya para keturunan Ba’alwi yang mengaku di hadapan publik sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw, padahal mereka tidak bisa menunjukan bukti, baik secara pustaka maupun hasil uji DNA, bahwa mereka nasabnya tersambung kepada Nabi Muhammad Saw. Sedangkan, surat kepada Gus Rumail terkait klaimnya tentang penemuan kitab sezaman.

Mungkin besok surat itu baru sampai di Kantor Rabithah Alwiyah. Dan butuh beberapa waktu sampai ke Jepara.

Terkait dengan tulisan Gus Rumail bahwa ia menemukan bukti sezaman itu, penulis tidak melihatnya demikian. Beberapa sanad hadits yang ditampilkan oleh Gus Rumail yang katanya dari sebuah manuskrip sezaman itu mencurigakan. Ia tanpa alamat. Tiada penulis yang disebutkan. Tiada tahun penulisan yang dinyatakan. Katanya masih dirahasiakan. Bukan rahasia, tetapi karena itu hanya P.H.P belaka. Manuskrip itu bukan tentang tahun yang disebutkan, tetapi tentang tahun berapa manuskrip itu ditulis. Isinya pun membagongkan. Misalnya tentang sanad hadis yang menyebut “telah menceritakan kepadaku ayahku dan pamanku Ubaidillah, keduanya putra Ahmad al-Abah…” kalimat ini nampak sekali dipaksakan. Muhammad bin Ali Ba’alwi, baik dia “Sohib Mirbat atau ia “Faqih Muqoddam”, tidak dikenal sebagai perawi hadits. Jelas itu manuskrip abal-abal.

Gus Rumail juga mengatakan: ia menemukan bukti sezaman Ahmad al-Muhajir. Jelas, jika yang di maksud Ahmad al-Muhajir itu adalah Sayid Ahmad bin Isa, tentu bukti sezaman itu banyak. karena Sayyid Ahmad bin Isa memang sosok historis yang terekam kitab-kitab nasab sezaman atau yang mendekatinya. Sedangkan yang dipermasalahkan adalah bukti sezaman yang menyatakan bahwa Sayyid Ahmad bin Isa mempunyai anak bernama Ubaidillah. Ini yang tidak akan pernah ditemukan sampai “puyuh buntuten”.

Selain itu, Gus Rumail juga mengaku ia menemukan bukti sezaman Muhammad “Sohib Mirbat” dan “Fakih Muqoddam”. Ini juga tidak mungkin. Algoritma penelusuran kitab-kitab abad ke-6 sampai abad ke-9 Hijriah, mengarah kepada bahwa Muhammad “Sohib Mirbat” adalah fiktif. Sedangkan, “Fakih Muqoddam” fakta kesejarahannya meragukan dan glorifikasi individunya kental. Dia bukanlah yang disebut dalam tulisan-tulisan Ba’alwi. Kitab-kitab berangka tahun yang sama dengan “Sohib Mirbat” Ba’alwi banyak ditulis, namun ia tidak menyebut ada sosok seorang Ba’alwi yang bernama Muhammad “Sohib Mirbat” yang tinggal di Mirbat.

Manuskrip kitab “Arbain” karya Ali bin Jadid yang diklaim Gus Rumail telah ditemukannya dikatakan di dalamnya dia (Ali bin Jadid) mendapatkan riwayat dari Muhammad “Sohib Mirbat” dan kakek-kakeknya. Luar biasa, tokoh fiktif dapat meriwayatkan hadits. Terlepas dari semua itu, setiap klaim bisa diuji, kita hargai enerji yang telah dikeluarkan itu, baik moril maupun materil.

Gus Rumail mengatakan: “Tinggal tentukan saja tempat dan waktunya, jika memang ada kekosongan jadwal akan saya datangi ke sana. Saya punya banyak sebutan dan panggilan, tapi “kabur dari dialog” bukanlah salah satunya.”

Penulis telah menyampaikan undangan diskusi melalui sahabat Hanif Farhan. Sebelum sahabat Hanif Farhan menentukan waktu, Gus Rumail menjawab: “Status saya kemarin sepertinya harus saya kasih disclaimer seperti berikut: Pertama saya ada pekerjaan di rumah. Kemungkinan akhir pekan (Sabtu-Minggu) saya bisa meluangkan waktu. Kedua, November-Desember ini saya memang belum bisa kemana-mana jika jaraknya tidak memungkinkan “sore sudah bisa pulang”….”. Intinya Gus Rumail, tidak siap berdiskusi dalam waktu dekat di Banten seperti statusnya di youtube “tinggal tentukan saja tempat dan waktunya…”.

Melihat beberapa youtuber yang mengoreksi klaim sumber sezaman Gus Rumail yang penuh kerancuan, penulis sebenarnya sudah pesimis apakah bermanfaat berdiskusi dengan Gus Rumail, tetapi penulis khawatir bahwa kesengajaan berbohong tidak mendapat nasihat yang diperlukan untuk keselamatan dunia dan akhirat saudara sesama muslim. Alasan demikian pulalah kenapa penulis banyak membagi waktu antara menjalankan tugas utama mengajar santri, dan menulis masalah nasab serta membaginya kepada kaum muslimin. Penulis yakin, saudara-saudaraku Ba’alwi yang hari ini marah, mereka nanti di hadapan Allah dan rasul-Nya akan berterimakasih.

Artikel terkait...

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي حذرنا ان لا أنساب بيننا يوم القيامة في الذكر الحكيم، وجعل صلة الأرحام عروة وثقى لا تنفصم ولا تريم، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، الموصولِ بنسب طاهر زكيّ عميم، وعلى آله وصحبه…

Admin 21 Sep 2026 706 28 menit baca
Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

(Menjawab Video Rumail Tentang Nasab Raja Yordan Sebagai Rekomendasi Y-DNA) Nasab Raja Yordania adalah salah satu nasab paling sahih sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW jalur paternal (laki-laki). Nama-nama dalam susunan silsilah nasabnya treverifikasi seluruh kitab nasab mulai abad ke-3 sampai…

Alun 14 Sep 2026 974 23 menit baca
Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Diskursus mengenai nasab dan syarat kafa’ah (kesetaraan/kesepadanan) dalam pernikahan belakangan ini kembali menghangat di tengah masyarakat. Salah satu dinamika yang memicu perhatian adalah peristiwa ketika seorang kiai merestui putrinya dipersunting oleh pria dari klan Ba’alawi, namun mendapat penolakan keras dari…

Alun 14 Sep 2026 205 3 menit baca