Senin, 19 Januari 2026

Sejarah Berdirinya Pesantren

Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum berdiri pada tanggal 23 Sya’ban 1423 Hijriah, bertepatan dengan tahun 2002. Pada awalnya Ponpes ini menggunakan metode salafiyah murni tanpa menyelenggarakan pendidikan formal. Basis pengkajian Ponpes ini adalah kitab kuning dengan target capaian dalam tiga tahun santri telah dapat membaca kitab kuning.

Bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1431 atau 18 Desember 2009, Ponpes Salafiyah Nahdlatul Ulum meng-akomodir pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Pesantren Saat Ini.

Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Nahdlatul Ulum selain mengikuti kurikulum standar Nasional, juga diperkuat dengan basis keilmuan keislaman standar pesantren salafiyah dan timur tengah. Hal ini dimaksudkan agar para santri Nahdlatul Ulum akan dapat berkiprah memimpin umat di tengah masyarakat dengan ilmu para ulama salafussolih yang diturunkan secara turun temurun oleh para kiai salafiyah. Selain itu, juga diperkuat dengan belajar menulis kitab kuning.

Pengasuh ponpes Nahdlatul Ulum sendiri telah mengarang kitab yang diperuntukan untuk mengajar para santri, di antaranya:

Kitab Al-Fikroh Al-Nahdliyyah, Syarhu Matni Al-Awaamil, Al-Ta’aruf fii Ilm Al-Tasawwuf, Al-Burhan ila Tajwid Al-Qur’an, Tuhfat Al-Tolibin fi Masail Al-Fiqhiyyah, Tuhfat Al-Nadzirin fi Al-Mantiqi, Nihayayat Al- Maqsud Syarah Nadzm Al-Maqsud, Al-Fath Al-Munir fi Syarhi Nadzm Al-Tafsir, Al-Muhimmah fi Syarh Al-Baiquniyah, Al-Jalaliyah fi Al-Qowaid Al-Fiqhiyyah, Talkhisu Al-Wushul fi Ilm Al-Ushul, Al-Syarh Al-Maimun fi Syarh Al-Jauhar Al-Maknun, Al-Anwaar Al-Bantaniyah fi Al-Jawahir Al-Nahwiyah, Al-Ibaanah fi Syarh Al -Rahbiyah,
dan beberapa yang lain.

Dengan semangat “Al-muhafadzah ala al-Qadiimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadiid al-Ashlah” (mempertahankan metode lama yang baik dan mengambil metode baru yang lebih baik), Ponpes Nahdlatul Ulum bertekad melahirkan generasi Islam yang cakap membaca kitab kuning sebagai syarat mutlak seseorang untuk dapat memahami ilmu-ilmu keislaman yang paripurna dari sumbernya yang asli. Pada saat yang sama santri-santri Nahdlatul Ulum juga ahli dalam ilmu pengetahuan umum.