Kamis, 13 Agustus 2026

Sejalan Dengan Anti-Nekolim Presiden Prabowo, Gus Rocky Usulkan Kiai Imad Menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Sejarah Islam

Image

JAKARTA – Akademisi sekaligus kandidat doktor dari Inggris, Rocky Al-Ma’arif Syam atau Gus Rocky, secara terbuka mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto mengangkat Kiai Imaduddin Utsman Albantani sebagai Staf Khusus Presiden atau Utusan Khusus Presiden. Usulan ini muncul sebagai respons atas surat resmi yang dikirimkan Kiai Imad kepada Presiden terkait temuan riset nasab dan sejarah Islam Nusantara.

Dalam diskusi “LIVE Padasuka TV” (13/05/2026), Gus Rocky menilai bahwa kapasitas intelektual dan keberanian Kiai Imad dalam meluruskan sejarah bangsa sangat relevan dengan semangat “Anti-Nekolim” (Neokolonialisme-Imperialisme) yang sering didengungkan oleh Presiden Prabowo.

Menurut Gus Rocky, Kiai Imaduddin memiliki kualifikasi yang mumpuni karena tidak hanya berbicara berdasarkan retorika, melainkan melalui metodologi ilmiah yang kuat, mulai dari kajian manuskrip hingga pendekatan sains melalui tes DNA.

“Saya mendorong pemerintah untuk menanggapi surat Kiai Imad secara strategis. Menurut saya, beliau sangat cocok untuk menjadi Staf Khusus Presiden atau Utusan Khusus di bidang penulisan sejarah agama Islam di Indonesia,” ujar Gus Rocky.

Ia menambahkan bahwa peran ini penting untuk mengawal narasi sejarah bangsa agar tidak lagi terdistorsi oleh klaim-klaim asing yang tidak terverifikasi, yang selama ini dianggap sebagai sisa-sisa hegemoni kolonial.

Dalam keterangannya, Gus Rocky sempat membandingkan posisi tersebut dengan beberapa tokoh pendakwah yang sebelumnya pernah menduduki posisi serupa. Ia menilai Kiai Imad memiliki nilai tambah karena fokus pada pembangunan epistemologi dan kedaulatan berpikir bangsa.

“Kiai Imad tidak cuma beretorika, tetapi betul-betul menyusun karya ilmiahnya. Ini sejalan dengan visi Pak Prabowo untuk mengembalikan martabat Indonesia dan melawan hegemoni yang membelenggu memori kolektif kita,” tegasnya.

Usulan pengangkatan ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi proyek besar pemerintah yang ia sebut sebagai The Prabowo’s Project on Renarrating Indonesian Islamic History. Proyek ini bertujuan untuk menarasikan kembali sejarah Islam di Indonesia secara jujur, objektif, dan terbebas dari pengaruh manipulasi sejarah masa lalu.

Gus Rocky meyakini, jika Kiai Imad diberikan posisi resmi di lingkungan istana, proses pelurusan sejarah dan penjagaan terhadap aset intelektual bangsa akan berjalan lebih terstruktur dan memiliki legitimasi kuat di mata negara.

Artikel terkait...

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menjadi arena krusial bagi reorientasi arah gerak organisasi keagamaan kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Menghadapi lanskap sosial-politik yang kian kompleks, Nahdlatul Ulama diperhadapkan pada krisis kepercayaan internal…

Alun 12 Agu 2026 77 6 menit baca
Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Diskursus nasab batalnya nasab Ba’alwi (habaib) di Indonesia yang dimotori ulama Banten K.H. Imaduddin utsman al-Bantani (Kiai Imad), telah membawa perubahan besar dalam dunia ilmu pengetahuan agama di Indonesia. Pengajaran paham keagamaan yang semula hanya berupa doktrin yang harus diterima…

Alun 2 Agu 2026 183 6 menit baca
Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

oleh : Hamdan Suhaemi Belakangan setelah memperhatikan komentar banyak orang, baik dilakukan setelah wawancara atau obrolan biasa hingga melihat komentar-komentar status di media sosial, baik Facebook, Tiktok, Instagram dan media sosial lainnya itu semua tanggapannya menolak, menghujat dan membenci klan…

Alun 2 Agu 2026 117 3 menit baca