Sabtu, 12 September 2026

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Image

JAKARTA – Sebuah analogi menarik muncul dalam diskusi hangat mengenai polemik nasab di Indonesia. Rocky Al-Ma’arif Syam yang akrab disapa Gus Rocky, seorang akademisi dan kandidat doktor yang kini tengah menempuh studi di Inggris, menyamakan momentum bersuratnya Kiai Imaduddin Utsman Albantani kepada Presiden Prabowo Subianto dengan peristiwa bersejarah antara fisikawan Albert Einstein dan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt.

Dalam diskusi daring melalui kanal Padasuka TV (13/05/2026), Gus Rocky menilai bahwa surat yang dikirimkan Kiai Imaduddin bukan sekadar korespondensi biasa, melainkan sebuah peringatan strategis bagi kedaulatan sejarah dan nasionalisme bangsa.

Gus Rocky menjelaskan bahwa sejarah mencatat Einstein pernah menyurati Presiden Roosevelt untuk memperingatkan adanya ancaman besar berupa pengembangan teknologi nuklir oleh Nazi Jerman. Surat tersebut kemudian memicu lahirnya Manhattan Project yang mengubah arah sejarah dunia.

“Saya berimajinasi Kiai Imad ini seperti Einstein yang mengingatkan Presiden bahwa ada proyek penggelapan sejarah, proyek infiltrasi, dan manipulasi yang kelihatannya remeh di akar rumput, tetapi sebetulnya ini sisa-sisa kolonialisme yang belum selesai,” ujar Gus Rocky.

Menurutnya, klaim-klaim nasab yang tidak terverifikasi secara ilmiah dan penguasaan narasi sejarah oleh klan tertentu merupakan bentuk “infiltrasi” yang dapat mengancam memori kolektif bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Gus Rocky memandang bahwa langkah Kiai Imad sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang dikenal memiliki retorika anti-Nekolim (Neokolonialisme-Imperialisme). Ia menyebut gerakan ini sebagai The Epistemological Project of the Islamic Third Worldism.

“Bung Karno adalah figur antikolonial di eranya, dan sekarang Pak Prabowo membawa semangat anti-Nekolim. Kiai Imad hadir untuk menarasikan ulang sejarah Islam Indonesia yang selama ini mungkin terdistorsi oleh kepentingan diaspora tertentu di masa lalu,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa selama ini ada manipulasi sejarah melalui soft power media yang mengesankan bahwa kemerdekaan Indonesia seolah-olah didominasi oleh peran klan tertentu, padahal catatan sejarah resmi seperti keanggotaan BPUPKI dan PPKI menunjukkan fakta yang berbeda.

Melihat urgensi dari riset ilmiah Kiai Imad yang menggabungkan kajian filologi dengan sains DNA, Gus Rocky mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata. Ia bahkan mengusulkan agar Kiai Imad diberikan peran strategis untuk memimpin penulisan ulang sejarah Islam Nusantara.

“Surat Kiai Imad harus ditanggapi secara strategis. Jika dulu Einstein memantik Manhattan Project, maka surat Kiai Imad ini harus mendorong Prabowo’s Project on Renarrating Indonesian Islamic History,” tegasnya.

Penutup diskusi tersebut menggarisbawahi bahwa perlawanan Kiai Imad terhadap hegemoni nasab bukan sekadar masalah silsilah, melainkan upaya besar untuk memulihkan martabat sejarah bangsa Indonesia agar tidak lagi terjebak dalam aristokrasi agama yang bersifat rasis dan diskriminatif.

Artikel terkait...

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Gus Rafi Batalkan Nasab Baalwi Berdasar Kitab Internal Ba’alwi

Jakarta — Diskursus mengenai keabsahan nasab Ba’alawi kembali memanas setelah Gus Rafi Wiranegara memaparkan temuan kritis yang membatalkan klaim kenasaban tersebut melalui bukti literatur. Menariknya, argumentasi pembatalan ini tidak dibangun menggunakan kritik dari pihak luar, melainkan digali langsung dari kitab-kitab…

Alun 11 Sep 2026 25 3 menit baca
Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Mengenal Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. Peneliti BRIN yang Namanya Mencuat Terkait Y-DNA Bani Hasyim

Nama Dr. Sugeng Pondang Sugiharto, S.P., M.Eng. belakangan ini kerap menghiasi lini masa media sosial dan forum diskusi publik di Indonesia. Sosok ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini mendadak viral setelah pemaparan ilmiahnya yang lugas mengenai analisis…

Alun 10 Sep 2026 35 3 menit baca
Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

Dr. Nadine Al-Mewari: Realitas Genetik Klan Ba’alwi Hadhramaut Berada di Haplogroup G, Bukan J1 Quraisy

YAMAN — Akademisi asal Yaman, Dr. Nadine Al-Mewari, menyoroti perbedaan signifikan antara narasi silsilah tradisional dengan realitas temuan tes DNA mengenai klan Ba’alawi di Hadhramaut. Melalui pernyataan tertulis di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Dr. Nadine memaparkan dua poin…

Alun 10 Sep 2026 35 2 menit baca