Senin, 28 September 2026

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Image

JAKARTA – Peneliti dan pakar sosiologi, Dr. Saleh Basyari, mengamati adanya perubahan signifikan dalam peta kekuatan kultural keagamaan di Indonesia pasca mencuatnya riset nasab yang dipelopori oleh Kiai Imaduddin Utsman Albantani. Dalam diskusi daring di Padasuka TV (13/05/2026) ia mengungkapkan tesis-tesis Kiai Imad secara nyata telah menggerus dominasi tokoh-tokoh yang selama ini memegang otoritas aristokrasi keagamaan.

Dalam keterangannya, Dr. Saleh menyebut nama-nama besar yang selama ini identik dengan massa selawat dan pengaruh spiritual luas, seperti Syekh bin Abdul Qadir Assegaf dan Luthfi bin Yahya.

“Kita sudah merasakan hasil dari tesis-tesis Kiai Imaduddin. Kita tidak lagi melihat Habib Syekh merajai panggung-panggung selawat seperti sebelumnya. Begitu juga dengan Habib Luthfi bin Yahya, yang kini tidak lagi seleluasa dulu dalam mengaristokrasikan dirinya melalui label-label seperti waliullah atau simbol kesucian lainnya,” ujar Dr. Saleh.

Menurut Dr. Saleh, riset yang mengedepankan verifikasi sumber primer dan data genetik (DNA) ini telah menciptakan segregasi atau pemisahan di tengah masyarakat. Hal ini mengakibatkan wilayah pengaruh klan Ba’alwi—yang secara organisasi diwakili oleh tokoh seperti Taufik Assegaf—mengalami penyempitan ruang gerak kultural.

Ia menilai fenomena ini sebagai dampak dari “kerja ilmiah” yang berhasil membongkar hegemoni berbasis klaim nasab. Masyarakat kini mulai beralih dari pola penghormatan yang bersifat buta (husnuzon tanpa verifikasi) menuju pola pikir yang lebih kritis dan berbasis data.

Ia menyoroti dampak sosiologis dari tesis nasab Kiai Imaduddin terhadap peta kekuatan organisasi dan budaya keagamaan di Indonesia. Ia secara spesifik menyebutkan adanya penyempitan wilayah pengaruh bagi kelompok yang dipimpin oleh tokoh-tokoh tertentu.

“Ada segregasi dan juga penyempitan wilayah kaum Alawiyin yang diketuai oleh Taufiq Assegaf misalnya,” ujar Dr. Saleh. Ia menilai bahwa riset Kiai Imad telah memberikan sudut pandang baru bagi masyarakat dalam melihat otoritas keagamaan berbasis klan.

Salah satu perubahan nyata yang ia garis bawahi adalah menurunnya dominasi tradisi pembacaan kitab tertentu di masyarakat akar rumput. “Kita tidak mendengar lagi di kampung-kampung ada pembacaan Simtudduror yang masif seperti dulu, yang (sebelumnya sempat) menggeser Maulid Ad-Diba’i,” tambahnya.

Menurut Dr. Saleh, kembalinya masyarakat pada tradisi lokal seperti Maulid Al-Diba’i atau Barzanji dan berkurangnya dominasi Simtudduror merupakan bukti nyata bahwa kerja ilmiah Kiai Imaduddin berhasil membongkar hegemoni kultural yang selama ini dianggap absolut.

Ia menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah sekadar masalah suka atau tidak suka, melainkan hasil dari sebuah proses intelektual yang memaksa masyarakat untuk melakukan verifikasi ulang terhadap narasi sejarah dan tradisi yang mereka terima.

Lebih lanjut, Dr. Saleh menegaskan bahwa apa yang terjadi saat ini adalah bentuk koreksi terhadap “aristokrasi agama” yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang terberikan (given). Dengan runtuhnya narasi kesucian absolut, otoritas keagamaan di Indonesia kini didorong untuk kembali pada prinsip meritokrasi, yakni kapasitas intelektual dan integritas pribadi, bukan semata-mata garis keturunan.

“Ini adalah pergeseran besar. Hegemoni kultural yang selama ini tidak tersentuh kini menemui titik baliknya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polemik nasab terus berkembang menjadi diskusi nasional yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pakar genetika, hingga lembaga negara.

Artikel terkait...

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

مقدمة بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي حذرنا ان لا أنساب بيننا يوم القيامة في الذكر الحكيم، وجعل صلة الأرحام عروة وثقى لا تنفصم ولا تريم، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، الموصولِ بنسب طاهر زكيّ عميم، وعلى آله وصحبه…

Admin 21 Sep 2026 585 28 menit baca
Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

(Menjawab Video Rumail Tentang Nasab Raja Yordan Sebagai Rekomendasi Y-DNA) Nasab Raja Yordania adalah salah satu nasab paling sahih sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW jalur paternal (laki-laki). Nama-nama dalam susunan silsilah nasabnya treverifikasi seluruh kitab nasab mulai abad ke-3 sampai…

Alun 14 Sep 2026 844 23 menit baca
Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Diskursus mengenai nasab dan syarat kafa’ah (kesetaraan/kesepadanan) dalam pernikahan belakangan ini kembali menghangat di tengah masyarakat. Salah satu dinamika yang memicu perhatian adalah peristiwa ketika seorang kiai merestui putrinya dipersunting oleh pria dari klan Ba’alawi, namun mendapat penolakan keras dari…

Alun 14 Sep 2026 153 3 menit baca